'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Menhub Budi Karya: Persiapan RoRo Dumai - Malaka Masih Berjalan Baik
| Jumat, 1 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin

Foto udara: Pelabuhan Ro-Ro Dumai, Riau

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menggelar rapat terkait persiapan pelaksanaan pengoperasian Kapal Roll-on/Roll-off atau Ro-Ro lintas Dumai - Malaka di Jakarta. Turut hadir melalui virtual Gubernur Riau Syamsuar di Bandara VIP Lancang Kuning, Pekanbaru, pada Jumat (1/10/2021).

Rapat dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya. Ia mengatakan, bahwa operasional Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka bukan hanya kerja sama antara dua negara Indonesia dan Malaysia tetapi juga diakui secara Asean.

"Alhamdulillah, dari persiapan kita menjelang pelaksanaannya masih berjalan dengan baik. Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka bukan hanya berkaitan dengan Indonesia dan Malaysia melalui Malaka. Tapi diakui secara Asean," kata Budi Karya Sumadi saat memimpin rapat.

Meskipun demikian, imbuh Budi Karya, Kemenhub bertanggung jawab mempersiapkan fisik dan melakukan koordinasi dengan Malaysia. Maka dalam pelaksanaannya, pihaknya akan melakukan  dengan hati-hati.

"Dengan adanya koordinasi yang dikakukan, banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan yang berhubungan dengan transportasi, seperti Imigrasi yang baik, Bea Cukai yang baik dan sebagainya," jelasnya.

Kendati demikan, Menhub Budi Karya mengajak pemerintah daerah untuk membantu dalam mengawal persiapan yang akan dilakukan supaya bisa berjalan dengan baik.

"Kita harus mengawal ini supaya berjalan lancar. Jangan sampai persiapan yang dilakukan nantinya menimbulkan masalah-masalah yang bisa memperlambat proses persiapan pengoperasian Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka," pungkasnya.

Sementara, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, bahwa untuk pembangunan khususnya dermaga Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka masih terus dilakukan perbaikan dan sudah siap untuk diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. 

"Kami sudah siap menyerahkan dermaga ini. Namun, perlu petunjuk dari menteri. Dari sisi laut kami juga masih melakukan perbaikan-perbaikan, perkuatan-perkuatan agar dermaga ini bisa dipersiapkan untuk Ro-Ro Dumai-Malaka," kata Gubri melaui virtual. 

Sebagai informasi, pengoperasian Ro-Ro lintas Dumai - Malaka berpotensi meningkatkan pengiriman barang ekspor dan impor serta kunjungan wisatawan dari Mancanegara ke Indonesia atau sebaliknya. 

Dalam persiapannya, pengoperasian Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, sebagai pelabuhan Internasional telah ditetapkan penetapan lintas, sesuai Peraturan Kemenhub Nomor KM 44 Tahun 2009 dan tarif angkutan antar Negara sesuai KM 92 Tahun 2020.

Sementara, Kementerian Hukum dan HAM telah juga menetapkan Pelabuhan Bandar Sri Junjungan sebagai Pos Lintas Batas. Sehingga memudahkan Ditjen Bea Cukai untuk membangun Pos pemeriksaan Custom, Immigration, Quarantine (CIQ) atau pemeriksaan petugas Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina. 

Namun, kendala saat ini perlu adanya kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia terkait standar pelaksanaan tentang wilayah operasi kendaraan yang masuk ke Indonesia maupun Malaysia. 

Kemudian, pengaturan spesifikasi kendaraan yang diijinkan, persyaratan pengemudi, dan persyaratan teknis lainnya terkait aspek keselamatan kendaraan dan komoditi yang diangkut. 

Sementara, di pihak Malaysia masih terkendala perizinan (Green Light) dari MOT (Ministry of Transport) Malaysia. Hingga saat ini belum ada progress pembangunan Jeti untuk kapal Ro-Ro dan belum dibangunnya pos pemeriksaan CIQ pada Tanjung Beruas Port, sehingga diperlukan komitmen dari Pemerintah Malaysia untuk target pelaksanaan pengoperasian Ro-Ro lintas Dumai-Malaka.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Menhub Budi Karya: Persiapan RoRo Dumai - Malaka Masih Berjalan Baik
Jumat, 1 Oktober 2021
Editor : | Penulis : admin
Foto udara: Pelabuhan Ro-Ro Dumai, Riau
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menggelar rapat terkait persiapan pelaksanaan pengoperasian Kapal Roll-on/Roll-off atau Ro-Ro lintas Dumai - Malaka di Jakarta. Turut hadir melalui virtual Gubernur Riau Syamsuar di Bandara VIP Lancang Kuning, Pekanbaru, pada Jumat (1/10/2021).

Rapat dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya. Ia mengatakan, bahwa operasional Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka bukan hanya kerja sama antara dua negara Indonesia dan Malaysia tetapi juga diakui secara Asean.

"Alhamdulillah, dari persiapan kita menjelang pelaksanaannya masih berjalan dengan baik. Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka bukan hanya berkaitan dengan Indonesia dan Malaysia melalui Malaka. Tapi diakui secara Asean," kata Budi Karya Sumadi saat memimpin rapat.

Meskipun demikian, imbuh Budi Karya, Kemenhub bertanggung jawab mempersiapkan fisik dan melakukan koordinasi dengan Malaysia. Maka dalam pelaksanaannya, pihaknya akan melakukan  dengan hati-hati.

"Dengan adanya koordinasi yang dikakukan, banyak sekali hal-hal yang harus dipersiapkan yang berhubungan dengan transportasi, seperti Imigrasi yang baik, Bea Cukai yang baik dan sebagainya," jelasnya.

Kendati demikan, Menhub Budi Karya mengajak pemerintah daerah untuk membantu dalam mengawal persiapan yang akan dilakukan supaya bisa berjalan dengan baik.

"Kita harus mengawal ini supaya berjalan lancar. Jangan sampai persiapan yang dilakukan nantinya menimbulkan masalah-masalah yang bisa memperlambat proses persiapan pengoperasian Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka," pungkasnya.

Sementara, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, bahwa untuk pembangunan khususnya dermaga Ro-Ro Lintas Dumai-Malaka masih terus dilakukan perbaikan dan sudah siap untuk diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. 

"Kami sudah siap menyerahkan dermaga ini. Namun, perlu petunjuk dari menteri. Dari sisi laut kami juga masih melakukan perbaikan-perbaikan, perkuatan-perkuatan agar dermaga ini bisa dipersiapkan untuk Ro-Ro Dumai-Malaka," kata Gubri melaui virtual. 

Sebagai informasi, pengoperasian Ro-Ro lintas Dumai - Malaka berpotensi meningkatkan pengiriman barang ekspor dan impor serta kunjungan wisatawan dari Mancanegara ke Indonesia atau sebaliknya. 

Dalam persiapannya, pengoperasian Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, sebagai pelabuhan Internasional telah ditetapkan penetapan lintas, sesuai Peraturan Kemenhub Nomor KM 44 Tahun 2009 dan tarif angkutan antar Negara sesuai KM 92 Tahun 2020.

Sementara, Kementerian Hukum dan HAM telah juga menetapkan Pelabuhan Bandar Sri Junjungan sebagai Pos Lintas Batas. Sehingga memudahkan Ditjen Bea Cukai untuk membangun Pos pemeriksaan Custom, Immigration, Quarantine (CIQ) atau pemeriksaan petugas Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina. 

Namun, kendala saat ini perlu adanya kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia terkait standar pelaksanaan tentang wilayah operasi kendaraan yang masuk ke Indonesia maupun Malaysia. 

Kemudian, pengaturan spesifikasi kendaraan yang diijinkan, persyaratan pengemudi, dan persyaratan teknis lainnya terkait aspek keselamatan kendaraan dan komoditi yang diangkut. 

Sementara, di pihak Malaysia masih terkendala perizinan (Green Light) dari MOT (Ministry of Transport) Malaysia. Hingga saat ini belum ada progress pembangunan Jeti untuk kapal Ro-Ro dan belum dibangunnya pos pemeriksaan CIQ pada Tanjung Beruas Port, sehingga diperlukan komitmen dari Pemerintah Malaysia untuk target pelaksanaan pengoperasian Ro-Ro lintas Dumai-Malaka.