'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ pekanbaru
Mentan Akan Berkunjung ke Pekanbaru untuk Sapa Duta Petani Milenial
| Rabu, 29 September 2021
Editor : | Penulis : admin

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo akan berkunjung ke Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak. Mentan akan menyapa para duta petani milenial di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Riau. 

 

"Mentan akan berkunjung ke Provinsi Riau untuk menyapa duta-duta petani milenial dan duta petani andalan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar. Kegiatan ini sudah masuk program nasional," kata Direktur PT Sarana Pangan Madani (SPM) Kota Pekanbaru Ade Daulay, Selasa (28/9). 

 

Sebelum berkunjung ke Riau, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap agar Riau menyediakan 250 petani milenial di tiap kabupaten dan kota. Namun, Pekanbaru bisa menyediakan 1.000 petani milenial hari ini. 

 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Profesor Dedi Nursyamsi yang hadir secara virtual dalam kegiatan Gerakan 1.000 Petani Milenial di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (28/9), mengatakan, Indonesia memiliki bonus demografi. Artinya, petani yang berusia produktif antara 40-45 tahun berjumlah 70 persen dari penduduk Indonesia. 

 

Tapi dalam 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang, situasi berbalik. Petani yang produktif saat ini akan memasuki masa pensiun atau usia tidak produktif. 

 

Sebaliknya, petani muda yang belum terlalu produktif akan masuk usia produktif. Tapi jumlahnya hanya sekitar 30 persen saja. 

 

Oleh karena itu, regenerasi pertanian harus dilakukan mulai saat ini. Petani yang ada saat ini merupakan tamatan SD. 

 

Dari 34 juta petani, ternyata 69 persen lulusan SD, tidak lulus SD, bahkan tidak sekolah. Hanya 1,5 persen saja yang lulus perguruan tinggi, baik D3 maupun S1.Artinya, petani didominasi petani tua dengan hanya lulusan SD. 

 

"Tidak mungkin tujuan pertanian bisa menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor yang dibebankan kepada petani tua dengan hanya tingkat pendidikan SD. Tidak mungkin," ucap Profesor Dedi. 

 

Oleh karena itu, tugas untuk mencapai pembangunan pertanian harus dibebankan kepada petani milenial. Para petani milenial harus sadar dan siap untuk menerima regenerasi petani. 

 

"Karena sesungguhnya pembangunan pertanian ada di tangan kalian. Masa depan pertanian ada di pundak petani milenial," sebut Profesor Dedi. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Mentan Akan Berkunjung ke Pekanbaru untuk Sapa Duta Petani Milenial
Rabu, 29 September 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo akan berkunjung ke Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak. Mentan akan menyapa para duta petani milenial di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Riau. 

 

"Mentan akan berkunjung ke Provinsi Riau untuk menyapa duta-duta petani milenial dan duta petani andalan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar. Kegiatan ini sudah masuk program nasional," kata Direktur PT Sarana Pangan Madani (SPM) Kota Pekanbaru Ade Daulay, Selasa (28/9). 

 

Sebelum berkunjung ke Riau, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap agar Riau menyediakan 250 petani milenial di tiap kabupaten dan kota. Namun, Pekanbaru bisa menyediakan 1.000 petani milenial hari ini. 

 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Profesor Dedi Nursyamsi yang hadir secara virtual dalam kegiatan Gerakan 1.000 Petani Milenial di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (28/9), mengatakan, Indonesia memiliki bonus demografi. Artinya, petani yang berusia produktif antara 40-45 tahun berjumlah 70 persen dari penduduk Indonesia. 

 

Tapi dalam 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang, situasi berbalik. Petani yang produktif saat ini akan memasuki masa pensiun atau usia tidak produktif. 

 

Sebaliknya, petani muda yang belum terlalu produktif akan masuk usia produktif. Tapi jumlahnya hanya sekitar 30 persen saja. 

 

Oleh karena itu, regenerasi pertanian harus dilakukan mulai saat ini. Petani yang ada saat ini merupakan tamatan SD. 

 

Dari 34 juta petani, ternyata 69 persen lulusan SD, tidak lulus SD, bahkan tidak sekolah. Hanya 1,5 persen saja yang lulus perguruan tinggi, baik D3 maupun S1.Artinya, petani didominasi petani tua dengan hanya lulusan SD. 

 

"Tidak mungkin tujuan pertanian bisa menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor yang dibebankan kepada petani tua dengan hanya tingkat pendidikan SD. Tidak mungkin," ucap Profesor Dedi. 

 

Oleh karena itu, tugas untuk mencapai pembangunan pertanian harus dibebankan kepada petani milenial. Para petani milenial harus sadar dan siap untuk menerima regenerasi petani. 

 

"Karena sesungguhnya pembangunan pertanian ada di tangan kalian. Masa depan pertanian ada di pundak petani milenial," sebut Profesor Dedi.