'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ meranti
Bertemu Bupati H.M Adil,BNPB RI Bahas Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Manfaatkan Air Hujan
| Jumat, 27 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Bertemu Bupati H.M Adil, BNPB RI Sampaikan Kegiatan Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Untuk Masyarakat Meranti Manfaatkan Air Hujan

Meranti,Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dalam hal ini Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan, menggelar pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, pertemuan ini terkait kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BNPB yakni kegiatan Mitigasi antisipasi bencana dengan penyediaan air bersih sehat memanfaatkan curah hujan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/8/2021).

 

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala BPBD Meranti H. Idris Sudin, Kepala Bappeda Meranti Mardiansyah, Pihak Dinas PUPR Meranti, Perwakilan Perusahaan PT. EMP, Kabag Prokopim Meranti, Kominfo Meranti dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, dibahas program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI yakni Mitigasi antisipasi bencana di Kepulauan Meranti dengan memanfaatkan air hujan yang difilterisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti dijelaskan oleh ketua rombongan Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB RI, Amin, kegiatan ini untuk menjawab isu bencana lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya musim kemarau yang terjadi di Kepulauan Meranti. Jadi jika sebelumnya dalam menghadapi bencana BNPB melaksanakan upaya responsif kini beralih kepada upaya pencehagan seperti yang akan dijalankan pihaknya saat ini.

Metode pemanfaatakan air hujan yang akan diterapkan oleh BNPB untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat Meranti di musim kemarau, sangat mirip dengan yang dilakukan oleh masyarakat Meranti selama ini yakni dengan mengumpulkan air hujan diatas atap rumah dengan menggunakan talang yang disimpan dalam sebuah bak penampungan, yang membedakan hanya sistem filterisasinya saja. Pihak BNPB mengklaim dengan alat filterisasi ini air hujan lebih aman dikonsumsi masyarakat karena lebih sehat.

"Dengan sistem ini dari hasil penelitian kita sebanyak 20-30 persen air hujan yang turun dapat dimanfaatkan oleh masyatakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kemarau," jelas Amin.

Untuk biaya pembangunan fasilitas dari keterangan pihak BNPB tidak terlalu mahal yakni berkisar 8 jutaan rupiah/unitnya.

Saat ditanya berapa banyak fasilitas penampungan air bersih yang dapat dibantu oleh BNPB, Amin tidak bisa memastikan karena dalam hal ini pihaknya lebih menekankan pada Mitigasi artinya mensinergikan semua pihak terkait, baik itu Pemerintah Daerah, Pihak Perusahaan, dan BNPB serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesknya program ini.

Dan program ini diakui Amin merupakan yang pertama dilaksanakan di Provinsi Riau, jika sukses maka Meranti akan dijadikan sebagai daerah percontohan bagi Kabupaten Kota lainnya yang memiliki masalah air bersih seperti Kep. Meranti.

"Jika program ini berhasil maka Meranti akan kita jadikan sebagai daerah percontohan, tenaga ahli yang telah kita latih akan menyebarkan pengetahuan kepada daerah lainnya di Riau," jelas Amin.

Sesuai rencana untuk tahap awal pihak BNPB RI akan melakukan uji petik atau survei lapangan yang akan dipusatkan di Kecamatan Pulau Merbau, dipilihnya daerah ini sesuai usulan Bupati H.M Adil karena merupakan salah satu kantong kemiskinan terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memang menjadi fokus Pemerintah Daerah untuk dikembangkan.

menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, menjelaskan sebagai daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dengan angka kemiskinan mencapai 28 persen atau termiskin di Riau, Kabupaten Kep. Meranti sangat membutuhkan dukungan pusat untuk mendorong pembangunan daerah tingkatkan kesejahteraan masyarakat wujudkan cita-cita bersama Meranti Maju, Cerdas dan Bermartabat. 

Untuk itu Bupati mengaku sangat mendukung sekali rencana tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak BNPB RI yang telah peduli terhadap kesulitas yang dihadapi masyarakat Meranti khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Ia berharap, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh  Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI, tidak hanya sekedar ide atau retorika semata tapi benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat Meranti.

"Harapan kita kegiatan ini tidak hanya sekedar ide saja tapi benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, karena maayarakat Meranti memang sangat membutuhkan fasilitas air bersih," ujarnya.

Sekedar informasi dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Bupati H.M Adil juga berkesempatan mempromosikan potensi Meranti kepada tamu dari BNPB, salah satunya olahan Sagu seperti Gula Sagu, Mie Sagu, Tepung Sagu yang sangat baik untuk kesehatan serta Kopi Liberika andalan Meranti.( Advertorial/ sap).

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
meranti

Bertemu Bupati H.M Adil,BNPB RI Bahas Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Manfaatkan Air Hujan
Jumat, 27 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Bertemu Bupati H.M Adil, BNPB RI Sampaikan Kegiatan Mitigasi Penyediaan Air Bersih Sehat Untuk Masyarakat Meranti Manfaatkan Air Hujan

Meranti,Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dalam hal ini Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan, menggelar pertemuan dengan Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, pertemuan ini terkait kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BNPB yakni kegiatan Mitigasi antisipasi bencana dengan penyediaan air bersih sehat memanfaatkan curah hujan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/8/2021).

 

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala BPBD Meranti H. Idris Sudin, Kepala Bappeda Meranti Mardiansyah, Pihak Dinas PUPR Meranti, Perwakilan Perusahaan PT. EMP, Kabag Prokopim Meranti, Kominfo Meranti dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, dibahas program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI yakni Mitigasi antisipasi bencana di Kepulauan Meranti dengan memanfaatkan air hujan yang difilterisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti dijelaskan oleh ketua rombongan Analis Kebijakan Ahli Muda BNPB RI, Amin, kegiatan ini untuk menjawab isu bencana lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya musim kemarau yang terjadi di Kepulauan Meranti. Jadi jika sebelumnya dalam menghadapi bencana BNPB melaksanakan upaya responsif kini beralih kepada upaya pencehagan seperti yang akan dijalankan pihaknya saat ini.

Metode pemanfaatakan air hujan yang akan diterapkan oleh BNPB untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat Meranti di musim kemarau, sangat mirip dengan yang dilakukan oleh masyarakat Meranti selama ini yakni dengan mengumpulkan air hujan diatas atap rumah dengan menggunakan talang yang disimpan dalam sebuah bak penampungan, yang membedakan hanya sistem filterisasinya saja. Pihak BNPB mengklaim dengan alat filterisasi ini air hujan lebih aman dikonsumsi masyarakat karena lebih sehat.

"Dengan sistem ini dari hasil penelitian kita sebanyak 20-30 persen air hujan yang turun dapat dimanfaatkan oleh masyatakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih disaat musim kemarau," jelas Amin.

Untuk biaya pembangunan fasilitas dari keterangan pihak BNPB tidak terlalu mahal yakni berkisar 8 jutaan rupiah/unitnya.

Saat ditanya berapa banyak fasilitas penampungan air bersih yang dapat dibantu oleh BNPB, Amin tidak bisa memastikan karena dalam hal ini pihaknya lebih menekankan pada Mitigasi artinya mensinergikan semua pihak terkait, baik itu Pemerintah Daerah, Pihak Perusahaan, dan BNPB serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesknya program ini.

Dan program ini diakui Amin merupakan yang pertama dilaksanakan di Provinsi Riau, jika sukses maka Meranti akan dijadikan sebagai daerah percontohan bagi Kabupaten Kota lainnya yang memiliki masalah air bersih seperti Kep. Meranti.

"Jika program ini berhasil maka Meranti akan kita jadikan sebagai daerah percontohan, tenaga ahli yang telah kita latih akan menyebarkan pengetahuan kepada daerah lainnya di Riau," jelas Amin.

Sesuai rencana untuk tahap awal pihak BNPB RI akan melakukan uji petik atau survei lapangan yang akan dipusatkan di Kecamatan Pulau Merbau, dipilihnya daerah ini sesuai usulan Bupati H.M Adil karena merupakan salah satu kantong kemiskinan terbesar di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memang menjadi fokus Pemerintah Daerah untuk dikembangkan.

menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, menjelaskan sebagai daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) dengan angka kemiskinan mencapai 28 persen atau termiskin di Riau, Kabupaten Kep. Meranti sangat membutuhkan dukungan pusat untuk mendorong pembangunan daerah tingkatkan kesejahteraan masyarakat wujudkan cita-cita bersama Meranti Maju, Cerdas dan Bermartabat. 

Untuk itu Bupati mengaku sangat mendukung sekali rencana tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak BNPB RI yang telah peduli terhadap kesulitas yang dihadapi masyarakat Meranti khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Ia berharap, kegiatan yang akan dilaksanakan oleh  Direktorat Mitigasi Bencana Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI, tidak hanya sekedar ide atau retorika semata tapi benar-benar menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat Meranti.

"Harapan kita kegiatan ini tidak hanya sekedar ide saja tapi benar-benar bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, karena maayarakat Meranti memang sangat membutuhkan fasilitas air bersih," ujarnya.

Sekedar informasi dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Bupati H.M Adil juga berkesempatan mempromosikan potensi Meranti kepada tamu dari BNPB, salah satunya olahan Sagu seperti Gula Sagu, Mie Sagu, Tepung Sagu yang sangat baik untuk kesehatan serta Kopi Liberika andalan Meranti.( Advertorial/ sap).