'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Diduga Remix Azan, #Mnetapologize Menggema Kecam TV Korea
| Rabu, 8 September 2021
Editor : | Penulis : admin

Netizen mengecam stasiun televisi Korea Selatan, MNet, yang diduga menggunakan remix dari potongan suara azan dalam acara hingga menggemakan tagar #Mnetapologize.

Tagar ini telah mendapat dukungan 54 ribu cuitan dan bertahan sebagai salah satu tagar terpopuler di Indonesia dengan menempati posisi 1 dan 2 tagar yang paling banyak dipakai sejak 10 jam yang lalu.

Suara azan yang dikecam itu digunakan sebagai intro pada acara bertajuk Street Woman Fighter. Acara tersebut merupakan acara survival yang menampilkan 8 kru tari perempuan di mana saling berkompetisi untuk menjadi nomor satu.

Keriuhan terjadi setelah sejumlah netizen menyadari bahwa musik pembuka dari acara tersebut secara sayup-sayup terdengar seperti lantunan azan.

Walaupun durasinya hanya beberapa detik, netizen tetap mengetahui bahwa potongan suara yang digunakan adalah suara adzan.

Hal tersebut pun mengundang reaksi kemarahan dari netizen di seluruh dunia. Mereka mengkritik bahwa yang dilakukan oleh Mnet tidak menghargai umat Islam dan meminta agar stasiun televisi itu untuk meminta maaf.

"Menjijikkan ketika orang menggunakan budaya agama untuk tujuan 'estetis hiburan' #Mnetapologize," tulis seorang netizen, Selasa (7/9).

Senada, netizen dengan nama akun @milkpearl2 juga mengatakan bahwa jika me-remix adzan untuk tujuan trending, hal tersebut tidak bekerja.

"Kalo buat trending gini kurang bekerja sih, mulai sekarang tau kan apa yang harus kita lakukan 'ga usah nonton programnya si Mnet lagi, kalo bisa blok akun akunnya' percuma buat hastag kaya gini tapi masih nontonin acaranya yang kek dajjal #Mnetapologize," tulisnya.

Selain itu, ada juga netizen yang meminta agar Mnet tidak menggunakan atribut Islam untuk alasan estetika saja dan meminta agar Mnet menghargai agama Islam.

"Ya Islam itu indah tapi bukan berarti kamu bisa menggunakannya untuk estetika dan tidak menghormati agama kita #Mnetapologize," tulis akun @mydearwon.


Street Woman Fighter merupakan sebuah acara survival show yang dirilis Mnet pada Agustus lalu. Acara ini akan mempertemukan para kontestan yang dianggap memiliki potensi dalam tarian.

Parakontestan bakal terafiliasi dengan perwakilan dari tim dance perempuan papan atas Korea Selatan. Para dancer yang berpartisipasi ini merupakan mereka yang sudah berpengalaman.

Acara yang dipandu oleh Kang Daniel ini akan menampilkan delapan kru perempuan yang mewakili Korea Selatan dan bersaing untuk menduduki peringkat pertama. Grup tersebut adalah WANT, YGX, PROWDMON, WAYB, LACHICA, HolyBang, HOOK dan CocaNButter.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Diduga Remix Azan, #Mnetapologize Menggema Kecam TV Korea
Rabu, 8 September 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Netizen mengecam stasiun televisi Korea Selatan, MNet, yang diduga menggunakan remix dari potongan suara azan dalam acara hingga menggemakan tagar #Mnetapologize.

Tagar ini telah mendapat dukungan 54 ribu cuitan dan bertahan sebagai salah satu tagar terpopuler di Indonesia dengan menempati posisi 1 dan 2 tagar yang paling banyak dipakai sejak 10 jam yang lalu.

Suara azan yang dikecam itu digunakan sebagai intro pada acara bertajuk Street Woman Fighter. Acara tersebut merupakan acara survival yang menampilkan 8 kru tari perempuan di mana saling berkompetisi untuk menjadi nomor satu.

Keriuhan terjadi setelah sejumlah netizen menyadari bahwa musik pembuka dari acara tersebut secara sayup-sayup terdengar seperti lantunan azan.

Walaupun durasinya hanya beberapa detik, netizen tetap mengetahui bahwa potongan suara yang digunakan adalah suara adzan.

Hal tersebut pun mengundang reaksi kemarahan dari netizen di seluruh dunia. Mereka mengkritik bahwa yang dilakukan oleh Mnet tidak menghargai umat Islam dan meminta agar stasiun televisi itu untuk meminta maaf.

"Menjijikkan ketika orang menggunakan budaya agama untuk tujuan 'estetis hiburan' #Mnetapologize," tulis seorang netizen, Selasa (7/9).

Senada, netizen dengan nama akun @milkpearl2 juga mengatakan bahwa jika me-remix adzan untuk tujuan trending, hal tersebut tidak bekerja.

"Kalo buat trending gini kurang bekerja sih, mulai sekarang tau kan apa yang harus kita lakukan 'ga usah nonton programnya si Mnet lagi, kalo bisa blok akun akunnya' percuma buat hastag kaya gini tapi masih nontonin acaranya yang kek dajjal #Mnetapologize," tulisnya.

Selain itu, ada juga netizen yang meminta agar Mnet tidak menggunakan atribut Islam untuk alasan estetika saja dan meminta agar Mnet menghargai agama Islam.

"Ya Islam itu indah tapi bukan berarti kamu bisa menggunakannya untuk estetika dan tidak menghormati agama kita #Mnetapologize," tulis akun @mydearwon.


Street Woman Fighter merupakan sebuah acara survival show yang dirilis Mnet pada Agustus lalu. Acara ini akan mempertemukan para kontestan yang dianggap memiliki potensi dalam tarian.

Parakontestan bakal terafiliasi dengan perwakilan dari tim dance perempuan papan atas Korea Selatan. Para dancer yang berpartisipasi ini merupakan mereka yang sudah berpengalaman.

Acara yang dipandu oleh Kang Daniel ini akan menampilkan delapan kru perempuan yang mewakili Korea Selatan dan bersaing untuk menduduki peringkat pertama. Grup tersebut adalah WANT, YGX, PROWDMON, WAYB, LACHICA, HolyBang, HOOK dan CocaNButter.