'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Lolos 50 Besar ADWI 2021, Inilah Desa Wisata Koto Mesjid Kampung Patin Riau
| Selasa, 24 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Desa Wisata Koto Mesjid di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil lolos sebagai 50 besar dalam tahap kurasi lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Desa Wisata Koto Mesjid, juga menjadi salah satu desa asal Riau yang berhasil menembus 50 besar ajang tersebut, di mana sebelumnya ada 1.831 desa yang mendaftar dari seluruh Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, melalui official YouTube Kemenparekraf, Senin, (23/8/2021), mengatakan, jika ADWI 2021 ini, adalah upaya mewujudkan wisata berkelas dunia, berdaya saing dan bekelanjutan dengan tujuan Indonesia Bangkit.

Menparekraf Sandiaga Uno umumkan 50 besar ADWI 2021 (tangkapan layar YouTube Kemenparekraf, Senin, (23/8/2021)

Dijelaskan Sandiaga, ada tujuh kriteria yang menjadi penilaian dalam ajang tersebut, yaitu penerapan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet.

Desa wisata Koto Mesjid atau yang lebih dikenal Kampung Patin terletak, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Desa wisata ini dibawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau bekerjasama dengan pemerintah dan sejumlah perusahaan, semenjak tahun 2019. 

"Pariwisata unggulan Desa Wisata Kampung Patin terletak pada sektor UMKM. Produk olahan ikan patin yang paling terkenal yaitu, ikan salai patin. Wisata alam yang menjadi andalan yaitu puncak kompe, sungai gagak dan lembah aman," kata Ketua STP Riau, Dr Ir Eni Sumiarsih, MSc, Senin (23/8/2021). 

Tidak hanya itu, Dr Eni menuturkan, di Desa Wisata Kampung Patin juga telah tersedia fasilitas untuk menginap, yaitu homestay dan fasilitas kuliner yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Kampung Patin.

Saat ini di Desa Wisata Kampung Patin telah terbentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menghimpun masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengolah dan mengembangkan Desa Koto mesjid menjadi desa tujuan wisata.

"Pokdarwis tersebut terdiri dari pokdarwis puncak kompe, pokdarwis Sungai Gagak, serta penggiat-penggiat yang mengelola kelompok kerajinan tangan, serta kuliner khas Desa Wisata Kampung Patin. Kelompok ini merupakan masyarakat yang peduli terhadap kemajuan daerah melalui pariwisata," ungkapnya. 

Desa Wisata Kampung Patin, Koto Mesjid merupakan Desa Pemekaran dari Desa Pulau Gadang pada tahun 1999 sesuai dengan surat Keputusan Gubernur Riau Nomor: 247 Tahun 1999.

Dengan luas wilayah Desa 425,5 Ha dan didominasi Lahan Pemukiman, 1.295 hektar, ladang 122 ha, perkebunan 525 hektar, Kolam Ikan 98 hektar, Lapangan 1,5 hektar, lainnya 50 hektar. 

Kemudian, jumlah penduduk 2.324 jiwa yang terdiri dari Laki-laki 1.191 dan Perempuan 1.133 dengan jumlah KK 728, Desa Koto Mesjid terbagi atas wilayah Dusun, 18 RT dan 8 RW mayoritas masyarakat bermata pencarian petani, buruh tani.

"Mayoritas penduduk di sini bersuku Melayu, sebagaimana halnya sebagian besar suku di Kampar. Kampung ini sangat unik. Mendapat julukan Kampung Patin karena keberhasilannya warganya membudidayakan ikan Patin," ujar Eni Sumiarsih.

Setiap rumah di sini punya kolam ikan. Istilahnya, 1 rumah minimal 1 kolam patin. Sehingga Desa Koto Mesjid ini mempunyai motto ‘’Tiada Rumah Tanpa kolam’’.

"Kampung patin sudah termasuk dalam kategori desa wisata yang berkembang, desa wisata Kampung Patin ini memiliki produk unggulan berupa ikan patin yang ditandai dengan setiap satu rumah pasti memiliki kolam ikan patin. Hasilnya pun cukup memuaskan dengan rata-rata panen mencapai 13 ton setiap perhari sehingga dalam 1 bulan sebanyak 390 Ton," Eni Sumiarsih, membeberkan. 

Abon ikan patin (Foto EST/HO MC Riau)

Dijelaskannya, harga yang diterima pasaran juga cukup menggiurkan mengingat ikan patin tidak hanya dijual dalam keadaan hidup, melainkan diolah menjadi olahan ikan asap atau dikenal dengan salai, kerupuk, bakso, bakso goreng, abon, siomay, empek-empek, pudung ikan patin serta kerupuk kulit ikan patin.

Ikan asap atau ikan salai khas Desa Koto Mesjid (Foto EST/HO: MC Riau) 
 

Potensi perikanan di Koto Mesjid memang memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan desa ini. Total luas kolam patin di Koto Mesjid saat ini telah mencapai 62 hektar. Jumlah ini akan terus bertambah karena tiap hari ada saja penambahan kolam baru.

Hasil produksinya pun tak tanggung-tanggung. 13 ton perhari bisa dihasilkan oleh desa ini. Putaran uangnya, bila dihitung dari hasil panen saja, bisa mencapai Rp190 juta  perhari.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Lolos 50 Besar ADWI 2021, Inilah Desa Wisata Koto Mesjid Kampung Patin Riau
Selasa, 24 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Desa Wisata Koto Mesjid di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil lolos sebagai 50 besar dalam tahap kurasi lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Desa Wisata Koto Mesjid, juga menjadi salah satu desa asal Riau yang berhasil menembus 50 besar ajang tersebut, di mana sebelumnya ada 1.831 desa yang mendaftar dari seluruh Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, melalui official YouTube Kemenparekraf, Senin, (23/8/2021), mengatakan, jika ADWI 2021 ini, adalah upaya mewujudkan wisata berkelas dunia, berdaya saing dan bekelanjutan dengan tujuan Indonesia Bangkit.

Menparekraf Sandiaga Uno umumkan 50 besar ADWI 2021 (tangkapan layar YouTube Kemenparekraf, Senin, (23/8/2021)

Dijelaskan Sandiaga, ada tujuh kriteria yang menjadi penilaian dalam ajang tersebut, yaitu penerapan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet.

Desa wisata Koto Mesjid atau yang lebih dikenal Kampung Patin terletak, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Desa wisata ini dibawah binaan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau bekerjasama dengan pemerintah dan sejumlah perusahaan, semenjak tahun 2019. 

"Pariwisata unggulan Desa Wisata Kampung Patin terletak pada sektor UMKM. Produk olahan ikan patin yang paling terkenal yaitu, ikan salai patin. Wisata alam yang menjadi andalan yaitu puncak kompe, sungai gagak dan lembah aman," kata Ketua STP Riau, Dr Ir Eni Sumiarsih, MSc, Senin (23/8/2021). 

Tidak hanya itu, Dr Eni menuturkan, di Desa Wisata Kampung Patin juga telah tersedia fasilitas untuk menginap, yaitu homestay dan fasilitas kuliner yang dapat dinikmati oleh para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Kampung Patin.

Saat ini di Desa Wisata Kampung Patin telah terbentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menghimpun masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengolah dan mengembangkan Desa Koto mesjid menjadi desa tujuan wisata.

"Pokdarwis tersebut terdiri dari pokdarwis puncak kompe, pokdarwis Sungai Gagak, serta penggiat-penggiat yang mengelola kelompok kerajinan tangan, serta kuliner khas Desa Wisata Kampung Patin. Kelompok ini merupakan masyarakat yang peduli terhadap kemajuan daerah melalui pariwisata," ungkapnya. 

Desa Wisata Kampung Patin, Koto Mesjid merupakan Desa Pemekaran dari Desa Pulau Gadang pada tahun 1999 sesuai dengan surat Keputusan Gubernur Riau Nomor: 247 Tahun 1999.

Dengan luas wilayah Desa 425,5 Ha dan didominasi Lahan Pemukiman, 1.295 hektar, ladang 122 ha, perkebunan 525 hektar, Kolam Ikan 98 hektar, Lapangan 1,5 hektar, lainnya 50 hektar. 

Kemudian, jumlah penduduk 2.324 jiwa yang terdiri dari Laki-laki 1.191 dan Perempuan 1.133 dengan jumlah KK 728, Desa Koto Mesjid terbagi atas wilayah Dusun, 18 RT dan 8 RW mayoritas masyarakat bermata pencarian petani, buruh tani.

"Mayoritas penduduk di sini bersuku Melayu, sebagaimana halnya sebagian besar suku di Kampar. Kampung ini sangat unik. Mendapat julukan Kampung Patin karena keberhasilannya warganya membudidayakan ikan Patin," ujar Eni Sumiarsih.

Setiap rumah di sini punya kolam ikan. Istilahnya, 1 rumah minimal 1 kolam patin. Sehingga Desa Koto Mesjid ini mempunyai motto ‘’Tiada Rumah Tanpa kolam’’.

"Kampung patin sudah termasuk dalam kategori desa wisata yang berkembang, desa wisata Kampung Patin ini memiliki produk unggulan berupa ikan patin yang ditandai dengan setiap satu rumah pasti memiliki kolam ikan patin. Hasilnya pun cukup memuaskan dengan rata-rata panen mencapai 13 ton setiap perhari sehingga dalam 1 bulan sebanyak 390 Ton," Eni Sumiarsih, membeberkan. 

Abon ikan patin (Foto EST/HO MC Riau)

Dijelaskannya, harga yang diterima pasaran juga cukup menggiurkan mengingat ikan patin tidak hanya dijual dalam keadaan hidup, melainkan diolah menjadi olahan ikan asap atau dikenal dengan salai, kerupuk, bakso, bakso goreng, abon, siomay, empek-empek, pudung ikan patin serta kerupuk kulit ikan patin.

Ikan asap atau ikan salai khas Desa Koto Mesjid (Foto EST/HO: MC Riau) 
 

Potensi perikanan di Koto Mesjid memang memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan desa ini. Total luas kolam patin di Koto Mesjid saat ini telah mencapai 62 hektar. Jumlah ini akan terus bertambah karena tiap hari ada saja penambahan kolam baru.

Hasil produksinya pun tak tanggung-tanggung. 13 ton perhari bisa dihasilkan oleh desa ini. Putaran uangnya, bila dihitung dari hasil panen saja, bisa mencapai Rp190 juta  perhari.