'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Covid-19 di RI Beneran Terkendali? Cek Faktanya di Sini
| Sabtu, 21 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Situasi pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia mulai tenang. Laju penularan melambat, pasien yang sembuh pun semakin banyak.

Per Jumat, 20 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona adalah 3.950.304 orang. Bertambah 20.004 orang dari hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 20.766 orang per hari. Turun dibandingkan rerata tujuh hari sebelumnya yaitu 28.154 orang saban harinya.

Pertengahan bulan lalu, pandemi memuncak dengan tambahan pasien positif mencapai lebih dari 50.000 dalam sehari. Kala itu, tambahan kasus positif di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia.

Namun sekarang Indonesia tidak lagi menjadi yang terparah. Tambahan 20.004 orang pasien baru kemarin adalah nomor 10 di dunia. Masih tinggi, tetapi tentunya jauh lebih baik.

Hal lain yang juga melegakan adalah tingkat kesembuhan. Kini, tidak jarang jumlah pasien yang sembuh dalam sehari melampaui kasus baru. 

Misalnya kemarin, jumlah pasien yang sembuh adalah 26.122 orang, lebih dari dari pasien positif baru. Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien sembuh adalah 29.903 orang per hari, juga lebih tinggi ketimbang rerata penambahan pasien baru dalam periode yang sama.

Kasus baru yang terus menurun dibarengi dengan jumlah pasien sembuh yang semakin banyak membuat kasus aktif corona di Tanah Air terus berkurang. Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri. Data ini penting karena menggambarkan seberapa berat beban yang ditanggung oleh sistem pelayanan kesehatan di suatu negara.

Per 20 Agustus 2021, jumlah kasus aktif corona di Indonesia adalah 327.286 orang. Ini adalah yang terendah sejak 6 Juli 2021.

Ada lagi yang membuat kita boleh lebih optimistis menatap masa depan. Laju vaksinasi anti-virus corona di Indonesia terus membaik.

Per 19 Agustus 2021, rata-rata tujuh harian vaksinasi adalah 1.051.464 dosis per hari. Ini bukan kali pertama rerata vaksinasi di atas 1 juta dosis per hari.

Vaksinasi adalah kunci untuk menjinakkan pandemi. Vaksin, jika efektif, akan membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut. Vaksin akan menurunkan risiko tertular virus corona, atau jika masih tertular risiko gejala berat (dan bahkan kematian) menjadi lebih kecil.

Beberapa waktu terakhir, pemerintah kerap menyerukan bahwa target yang paling realistis adalah mengubah pandemi menjadi endemi. Artinya, Covid-19 nantinya akan menjadi penyakit yang laju penularannya terjaga secara alamiah.

Dalam bahasa gampangnya, Covid-19 akan menjadi penyakit musiman biasa. Seperti flu atau demam berdarah.

Kunci untuk menjinakkan pandemi menjadi endemi adalah imunitas. Semakin banyak populasi yang memiliki kekebalan tubuh, maka risiko gejala berat atau kematian bisa ditekan.

Untuk itu, vaksinasi menjadi kunci. Dengan vaksin, pandemi akan bisa diakhiri dan diturunkan statusnya menjadi endemi.

"Pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 menjadi landasan fundamental untuk mengakhiri pandemi, melindungi sistem kesehatan, dan memulihkan perekonomian. Akses vaksin yang merata adalah kunci mengakhiri pandemi, karena tidak ada yang selamat sampai semua selamat," tulis laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berjudul Covid-19 Vaccines and Vaccination.

 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Covid-19 di RI Beneran Terkendali? Cek Faktanya di Sini
Sabtu, 21 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Situasi pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia mulai tenang. Laju penularan melambat, pasien yang sembuh pun semakin banyak.

Per Jumat, 20 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah pasien positif corona adalah 3.950.304 orang. Bertambah 20.004 orang dari hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 20.766 orang per hari. Turun dibandingkan rerata tujuh hari sebelumnya yaitu 28.154 orang saban harinya.

Pertengahan bulan lalu, pandemi memuncak dengan tambahan pasien positif mencapai lebih dari 50.000 dalam sehari. Kala itu, tambahan kasus positif di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia.

Namun sekarang Indonesia tidak lagi menjadi yang terparah. Tambahan 20.004 orang pasien baru kemarin adalah nomor 10 di dunia. Masih tinggi, tetapi tentunya jauh lebih baik.

Hal lain yang juga melegakan adalah tingkat kesembuhan. Kini, tidak jarang jumlah pasien yang sembuh dalam sehari melampaui kasus baru. 

Misalnya kemarin, jumlah pasien yang sembuh adalah 26.122 orang, lebih dari dari pasien positif baru. Dalam sepekan terakhir, rata-rata pasien sembuh adalah 29.903 orang per hari, juga lebih tinggi ketimbang rerata penambahan pasien baru dalam periode yang sama.

Kasus baru yang terus menurun dibarengi dengan jumlah pasien sembuh yang semakin banyak membuat kasus aktif corona di Tanah Air terus berkurang. Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri. Data ini penting karena menggambarkan seberapa berat beban yang ditanggung oleh sistem pelayanan kesehatan di suatu negara.

Per 20 Agustus 2021, jumlah kasus aktif corona di Indonesia adalah 327.286 orang. Ini adalah yang terendah sejak 6 Juli 2021.

Ada lagi yang membuat kita boleh lebih optimistis menatap masa depan. Laju vaksinasi anti-virus corona di Indonesia terus membaik.

Per 19 Agustus 2021, rata-rata tujuh harian vaksinasi adalah 1.051.464 dosis per hari. Ini bukan kali pertama rerata vaksinasi di atas 1 juta dosis per hari.

Vaksinasi adalah kunci untuk menjinakkan pandemi. Vaksin, jika efektif, akan membentuk kekebalan tubuh untuk melawan virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut. Vaksin akan menurunkan risiko tertular virus corona, atau jika masih tertular risiko gejala berat (dan bahkan kematian) menjadi lebih kecil.

Beberapa waktu terakhir, pemerintah kerap menyerukan bahwa target yang paling realistis adalah mengubah pandemi menjadi endemi. Artinya, Covid-19 nantinya akan menjadi penyakit yang laju penularannya terjaga secara alamiah.

Dalam bahasa gampangnya, Covid-19 akan menjadi penyakit musiman biasa. Seperti flu atau demam berdarah.

Kunci untuk menjinakkan pandemi menjadi endemi adalah imunitas. Semakin banyak populasi yang memiliki kekebalan tubuh, maka risiko gejala berat atau kematian bisa ditekan.

Untuk itu, vaksinasi menjadi kunci. Dengan vaksin, pandemi akan bisa diakhiri dan diturunkan statusnya menjadi endemi.

"Pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 menjadi landasan fundamental untuk mengakhiri pandemi, melindungi sistem kesehatan, dan memulihkan perekonomian. Akses vaksin yang merata adalah kunci mengakhiri pandemi, karena tidak ada yang selamat sampai semua selamat," tulis laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berjudul Covid-19 Vaccines and Vaccination.