'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Riau Jadi Provinsi Kedua yang Paling Banyak Ekspor, Sawit Jadi Andalan
| Selasa, 17 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Pemerintah Provinsi Riau hari ini melepas ekspor komoditas pertanian serentak bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual. Riau jadi provinsi nomor dua dengan ekspor tertinggi di Indonesia.

"Kita hari ini melepas ekspor ke berbagai negara dan ekspor dari Riau ini terbesar adalah sawit. Sekarang harga sawit juga sedang tinggi," kata Gubernur Riau Syamsuar saat ditemui di acara vaksinasi COVID-19 Suku Sakai, Sabtu (14/8/2021) lalu.

Syamsuar mengatakan dari 17 provinsi di Indonesia, Riau masuk dalam urutan kedua untuk ekspor, sehingga masyarakat Riau patut berbangga dengan tingginya produktivitas pertanian, khususnya kelapa sawit.

"Ada 17 provinsi ekspor dan Riau nomor 2 di Indonesia dan kita patut bangga. Maka jaga pertanian dan ketahanan pangan kita," kata Syamsuar.

Kementerian Pertanian mencatat ekspor komoditas pertanian periode 9-14 Agustus 2021 dengan ekspor tertinggi lewat Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur yang nilainya sebanyak Rp 1.287 triliun. Selanjutnya disusul dari Pelabuhan Laut di Riau. Khusus ekspor dari laut Riau nilainya Rp 1,077 triliun.

Dalam catatan Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, nilai ekspor pertanian cukup fantastis yakni Rp 1,077 triliun. Jumlah volume komoditas ekspor dari hasil pertanian mencapai 108 juta kilogram (kg) dan total nilai ekspor Rp 1,052 triliun.

"Kegiatan pelepasan ekspor ini selain di Dumai, juga dilaksanakan di wilayah kerja lingkup Balai Karantina Pertanian lainnya. Di mana di UPT Induk dengan nilai Rp 13 miliar, Tembilahan dengan nilai Rp 10 miliar, Sungai Guntung dengan nilai Rp 1,3 miliar, dan Selat Panjang dengan nilai Rp 256 juta. Dumai sendiri memiliki nilai ekspor terbesar yaitu lebih dari Rp 1 triliun," imbuh Syamsuar.

Syamsuar berkomitmen meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian. Sebab saat ini, nilai ekspor sudah mencapai sebesar Rp 23,5 triliun atau naik 31% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 dengan nilai Rp 18 triliun.

"Riau melepas ekspor produk pertanian yang berasal dari komoditas kelapa sawit dan turunannya, kelapa dan turunannya, talas, karet, sagu, gula merah dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi," katanya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Riau Jadi Provinsi Kedua yang Paling Banyak Ekspor, Sawit Jadi Andalan
Selasa, 17 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pemerintah Provinsi Riau hari ini melepas ekspor komoditas pertanian serentak bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual. Riau jadi provinsi nomor dua dengan ekspor tertinggi di Indonesia.

"Kita hari ini melepas ekspor ke berbagai negara dan ekspor dari Riau ini terbesar adalah sawit. Sekarang harga sawit juga sedang tinggi," kata Gubernur Riau Syamsuar saat ditemui di acara vaksinasi COVID-19 Suku Sakai, Sabtu (14/8/2021) lalu.

Syamsuar mengatakan dari 17 provinsi di Indonesia, Riau masuk dalam urutan kedua untuk ekspor, sehingga masyarakat Riau patut berbangga dengan tingginya produktivitas pertanian, khususnya kelapa sawit.

"Ada 17 provinsi ekspor dan Riau nomor 2 di Indonesia dan kita patut bangga. Maka jaga pertanian dan ketahanan pangan kita," kata Syamsuar.

Kementerian Pertanian mencatat ekspor komoditas pertanian periode 9-14 Agustus 2021 dengan ekspor tertinggi lewat Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur yang nilainya sebanyak Rp 1.287 triliun. Selanjutnya disusul dari Pelabuhan Laut di Riau. Khusus ekspor dari laut Riau nilainya Rp 1,077 triliun.

Dalam catatan Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, nilai ekspor pertanian cukup fantastis yakni Rp 1,077 triliun. Jumlah volume komoditas ekspor dari hasil pertanian mencapai 108 juta kilogram (kg) dan total nilai ekspor Rp 1,052 triliun.

"Kegiatan pelepasan ekspor ini selain di Dumai, juga dilaksanakan di wilayah kerja lingkup Balai Karantina Pertanian lainnya. Di mana di UPT Induk dengan nilai Rp 13 miliar, Tembilahan dengan nilai Rp 10 miliar, Sungai Guntung dengan nilai Rp 1,3 miliar, dan Selat Panjang dengan nilai Rp 256 juta. Dumai sendiri memiliki nilai ekspor terbesar yaitu lebih dari Rp 1 triliun," imbuh Syamsuar.

Syamsuar berkomitmen meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian. Sebab saat ini, nilai ekspor sudah mencapai sebesar Rp 23,5 triliun atau naik 31% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 dengan nilai Rp 18 triliun.

"Riau melepas ekspor produk pertanian yang berasal dari komoditas kelapa sawit dan turunannya, kelapa dan turunannya, talas, karet, sagu, gula merah dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi," katanya.