'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Cerita Dosen Selama Pandemi, Pagi Mengajar Mahasiswa, Malamnya Lanjut Cek Sampel Covid-19
| Sabtu, 7 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin

Terhitung lebih kurang satu setengah tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Untuk memutus penularan virus Corona yang mematikan itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah.

Termasuk Universitas Riau (UR) di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau turut terpanggil ikut menanggulangi Covid-19.

Kampus di Bumi Lancang Kuning ini menyiapkan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19. Labor itu diberi nama Lontar.

"Sejak tahun 2021 ini, kami melihat kasus Covid-19 terus naik. Makanya, awal tahun ini kami mulai menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19," kata Prof dr Dedi Afandi ketika diwawancarai wartawan di kampus UR, Jumat (6/8/2021).

Menurut Profesor ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan Covid-19 di Riau.

Tak hanya menjadi ahli, seluruh sumber daya manusia (SDM) yang ada di Fakultas Kedokteran juga ikut dilibatkan untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 dari rumah sakit maupun puskesmas.

"Kami siapkan laboratorium yang sesuai standar. Sampai saat ini, sampel yang sering masuk dari puskesmas dan rumah sakit di luar Universitas Riau," ujar Dedi.

Dia bercerita kalau di laboratorium Lontar ini melibatkan dosen, pegawai hingga analis.

Biasanya setiap pagi dosen dan pegawai mengajar juga melakukan penelitian. Barulah ketika malam mereka melakukan pemeriksaan sampel Covid-19.

"Pagi mengajar dulu, penelitian juga. Jadi, malamnya kami kebut pemeriksaan sampel Covid-19," kata Dedi.

Keterbatasan SDM

Khusus untuk hasil tracing di lingkungan kampus, rumah sakit hingga puskesmas, Dedi memastikan semuanya gratis.

Hanya saja, pegawainya harus bekerja lebih karena keterbatasan SDM.

"Kita gratiskan semua hasil tracing yang direkomendasikan Satgas Fakultas. Untuk SDM, memang salah satu kendala yang kita alami. Jadi, sekarang petugas lab kita, pagi ngambil swab dan siang berganti peran jadi ekstraksi. Kalau di tempat lain lain itu yang ambil swab dan ekstraksi itu beda. Mengabdi tanpa batas," tutur Dedi.

Kepala Laboratorium Lontar Fakultas Kedokteran UR, Dr dr Maya Savira menilai, keberadaan laboratorium Lontar sebagai kontribusi kampus dalam penanganan Covid-19.

"Bisa dikatakan ini sumbangsih kami dari Universitas Riau terhadap penanggulangan pandemi di Riau. Ini adalah panggilan jiwa, karena kami ingin berkontribusi dalam penanganan Covid-19," kata Maya.

Dalam perkembangannya, lanjut dia, pihak kampus diminta membantu ikut memeriksa sampel di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) di Kampus UR.

Tercatat dalam sehari, pemeriksaan sampel tersebut dibantu oleh 17 orang pegawai.

"Kami diminta membantu dari Puskesmas dan RS UR. Sehari itu ada 180 sampai 200 spesimen kami periksa," sebut Maya.

Selain fokus di laboratorium Lontar, tambah dia, pegawai dan penelitinya terlibat di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau di Pekanbaru.

Di mana saat ini ada 13 laboratorium PCR di Riau, termasuk laboratorium Lontar.

"SDM di sini sebagian ke RSUD Arifin Achmad, karena tim ahli di RSUD juga dari kita. Riau ada 13 laboratorium dan laboratorium Lontar salah satunya," kata Maya.

Dia mengatakan, jika bisanya kerja jam delapan pagi sampai jam tiga sore, sekarang bertambah sampai malam. Pasalnya, sampel Covid-19 yang masuk cukup banyak.

"Kami kerja sampai jam sembilan malam," cerita Maya.

Pihaknya mengaku, memang tidak bisa melakukan pengecekan sampel setiap hari. "Kita enggak bisa full time seperti relawan yang direkrut. Paling kita dua kali seminggu (cek sampel Covid-19). Kalau kami kan dosen harus ngajar, harus meneliti, belum lagi administrasi yang mesti dikerjakan. Rata-rata peneliti di sini punya jabatan struktural," tutur Maya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Cerita Dosen Selama Pandemi, Pagi Mengajar Mahasiswa, Malamnya Lanjut Cek Sampel Covid-19
Sabtu, 7 Agustus 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Terhitung lebih kurang satu setengah tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Untuk memutus penularan virus Corona yang mematikan itu, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah.

Termasuk Universitas Riau (UR) di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau turut terpanggil ikut menanggulangi Covid-19.

Kampus di Bumi Lancang Kuning ini menyiapkan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19. Labor itu diberi nama Lontar.

"Sejak tahun 2021 ini, kami melihat kasus Covid-19 terus naik. Makanya, awal tahun ini kami mulai menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19," kata Prof dr Dedi Afandi ketika diwawancarai wartawan di kampus UR, Jumat (6/8/2021).

Menurut Profesor ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan Covid-19 di Riau.

Tak hanya menjadi ahli, seluruh sumber daya manusia (SDM) yang ada di Fakultas Kedokteran juga ikut dilibatkan untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 dari rumah sakit maupun puskesmas.

"Kami siapkan laboratorium yang sesuai standar. Sampai saat ini, sampel yang sering masuk dari puskesmas dan rumah sakit di luar Universitas Riau," ujar Dedi.

Dia bercerita kalau di laboratorium Lontar ini melibatkan dosen, pegawai hingga analis.

Biasanya setiap pagi dosen dan pegawai mengajar juga melakukan penelitian. Barulah ketika malam mereka melakukan pemeriksaan sampel Covid-19.

"Pagi mengajar dulu, penelitian juga. Jadi, malamnya kami kebut pemeriksaan sampel Covid-19," kata Dedi.

Keterbatasan SDM

Khusus untuk hasil tracing di lingkungan kampus, rumah sakit hingga puskesmas, Dedi memastikan semuanya gratis.

Hanya saja, pegawainya harus bekerja lebih karena keterbatasan SDM.

"Kita gratiskan semua hasil tracing yang direkomendasikan Satgas Fakultas. Untuk SDM, memang salah satu kendala yang kita alami. Jadi, sekarang petugas lab kita, pagi ngambil swab dan siang berganti peran jadi ekstraksi. Kalau di tempat lain lain itu yang ambil swab dan ekstraksi itu beda. Mengabdi tanpa batas," tutur Dedi.

Kepala Laboratorium Lontar Fakultas Kedokteran UR, Dr dr Maya Savira menilai, keberadaan laboratorium Lontar sebagai kontribusi kampus dalam penanganan Covid-19.

"Bisa dikatakan ini sumbangsih kami dari Universitas Riau terhadap penanggulangan pandemi di Riau. Ini adalah panggilan jiwa, karena kami ingin berkontribusi dalam penanganan Covid-19," kata Maya.

Dalam perkembangannya, lanjut dia, pihak kampus diminta membantu ikut memeriksa sampel di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) di Kampus UR.

Tercatat dalam sehari, pemeriksaan sampel tersebut dibantu oleh 17 orang pegawai.

"Kami diminta membantu dari Puskesmas dan RS UR. Sehari itu ada 180 sampai 200 spesimen kami periksa," sebut Maya.

Selain fokus di laboratorium Lontar, tambah dia, pegawai dan penelitinya terlibat di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau di Pekanbaru.

Di mana saat ini ada 13 laboratorium PCR di Riau, termasuk laboratorium Lontar.

"SDM di sini sebagian ke RSUD Arifin Achmad, karena tim ahli di RSUD juga dari kita. Riau ada 13 laboratorium dan laboratorium Lontar salah satunya," kata Maya.

Dia mengatakan, jika bisanya kerja jam delapan pagi sampai jam tiga sore, sekarang bertambah sampai malam. Pasalnya, sampel Covid-19 yang masuk cukup banyak.

"Kami kerja sampai jam sembilan malam," cerita Maya.

Pihaknya mengaku, memang tidak bisa melakukan pengecekan sampel setiap hari. "Kita enggak bisa full time seperti relawan yang direkrut. Paling kita dua kali seminggu (cek sampel Covid-19). Kalau kami kan dosen harus ngajar, harus meneliti, belum lagi administrasi yang mesti dikerjakan. Rata-rata peneliti di sini punya jabatan struktural," tutur Maya.