'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Disuntik Terawan Vaksin Nusantara, Moeldoko: Biarlah Saya Ikut Coba Dulu
| Sabtu, 31 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerima suntikan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (30/7/2021) sore. Melalui unggahan akun Instagram resminya, @dr_moeldoko, ia menyampaikan kabar tersebut.

Moeldoko mengungkapkan, suntikan Vaksin Nusantara itu diberikan langsung oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Hari ini, saya menerima suntikan vaksin Nusantara untuk mencegah penularan Covid-19 dari Letjend (Purn) Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Moeldoko, Jumat (30/7/2021).

Sebelum menerima suntikan vaksin yang digagas Terawan tersebut, Moeldoko telah menerima suntikan dua dosis vaksin Covid-19 pada Maret 2021.

Dosis pertama diterima Moeldoko pada 3 Maret 2021. Lalu mantan Panglima TNI itu menerima dosis kedua pada 31 Maret 2021 di Ruang MCU RSPAD Gatot Soebroto.

Menurut Moeldoko, pengembangan vaksin Nusantara merupakan inovasi dari anak bangsa untuk berperan serta dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ini menjadi alasan mengapa dia mau menjadi partisipan vaksin yang masih dalam proses pengembangan.

"Biarlah saya ikut mencoba dulu sebagai dukungan pada kerja keras anak bangsa. Semoga dukungan saya ini tidak diasumsikan macam-macam," tambah dia.

Pakai metode dendritik

Sebagaimana diketahui, Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama dengan Aivita Biomedical Corporation AS menggagas vaksin nusantara berbasis sel dendritik. Terawan mengklaim vaksin Nusantara sebagai vaksin Covid-19 pertama di dunia yang menggunakan sel dendritik.

Untuk itu, bahan dasar vaksin yang diterima Moeldoko berasal dari sel darah tubuhnya sendiri.

"Setelah sel itu melalui proses di laboratorium, sel darah tersebut kembali dimasukkan ke dalam tubuh saya," ujarnya.

Tak hanya mengandalkan sel darah masing-masing pasien, Terawan mengklaim hampir 90 persen bahan pembuat Vaksin Nusantara berasal dari Indonesia.

Di antaranya Tabung Kerucut 50 mililiter dengan jumlah 3 buah dengan kode RM-2072, Spuit 30 mililiter dengan kode RM-2222, tabung LeucoSep dengan kode RM-221 berjumlah 4 per kit, hingga larutan Premium Ficoll (RM-3249) berjumlah 60 mililiter.

Namun, terdapat beberapa bahan yang berasal dari Amerika Serikat, yakni larutan Antigen Protein dengan kode IM-5124.

"Baik dalam pembuatan antigen dan karena itu recombinan. Bisa kita lakukan di sini. Namun karena paten sudah mereka (AS) miliki ya harus kita bekerja sama. Termasuk media diferensiasinya," jelas Terawan.

Menuai kritik pakar sains, dokter, hingga BPOM

Seperti diberitakan sebelumnya, gagasan Vaksin Nusantara ini menuai kritikan para ahli. Mulai dari ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo, Doktor Bidang Biokimia dan Biologi Molekuler Ines Atmosukarto, epidemiolog Pandu Riono, hingga Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, pengembangan Vaksin Nusantara harus berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah dan dapat diterima secara saintifik.

Hal tersebut disampaikan Pandu dalam menanggapi Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang ngotot agar pengembangan Vaksin Nusantara yang digagasnya dilanjutkan.

"Terawan itu kalau sebagai ilmuwan, dia akan mengikuti kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, harus sesuai regulasi karena ini untuk kepentingan publik," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com bulan Juni lalu.

Pandu mengingatkan, pengembangan vaksin tidak bisa dilakukan dengan mengambil jalan pintas, melainkan harus berdasarkan regulasi dan kaidah-kaidah ilmiah yang telah ditentukan.

Begitu juga dengan Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menilai pengembangan vaksin nusantara tak sesuai kaidah ilmiah dan medis. Serta banyak kejanggalan dalam proses penelitian vaksin Nusantara ini.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Disuntik Terawan Vaksin Nusantara, Moeldoko: Biarlah Saya Ikut Coba Dulu
Sabtu, 31 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menerima suntikan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (30/7/2021) sore. Melalui unggahan akun Instagram resminya, @dr_moeldoko, ia menyampaikan kabar tersebut.

Moeldoko mengungkapkan, suntikan Vaksin Nusantara itu diberikan langsung oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Hari ini, saya menerima suntikan vaksin Nusantara untuk mencegah penularan Covid-19 dari Letjend (Purn) Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Moeldoko, Jumat (30/7/2021).

Sebelum menerima suntikan vaksin yang digagas Terawan tersebut, Moeldoko telah menerima suntikan dua dosis vaksin Covid-19 pada Maret 2021.

Dosis pertama diterima Moeldoko pada 3 Maret 2021. Lalu mantan Panglima TNI itu menerima dosis kedua pada 31 Maret 2021 di Ruang MCU RSPAD Gatot Soebroto.

Menurut Moeldoko, pengembangan vaksin Nusantara merupakan inovasi dari anak bangsa untuk berperan serta dalam mengatasi pandemi Covid-19. Ini menjadi alasan mengapa dia mau menjadi partisipan vaksin yang masih dalam proses pengembangan.

"Biarlah saya ikut mencoba dulu sebagai dukungan pada kerja keras anak bangsa. Semoga dukungan saya ini tidak diasumsikan macam-macam," tambah dia.

Pakai metode dendritik

Sebagaimana diketahui, Mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama dengan Aivita Biomedical Corporation AS menggagas vaksin nusantara berbasis sel dendritik. Terawan mengklaim vaksin Nusantara sebagai vaksin Covid-19 pertama di dunia yang menggunakan sel dendritik.

Untuk itu, bahan dasar vaksin yang diterima Moeldoko berasal dari sel darah tubuhnya sendiri.

"Setelah sel itu melalui proses di laboratorium, sel darah tersebut kembali dimasukkan ke dalam tubuh saya," ujarnya.

Tak hanya mengandalkan sel darah masing-masing pasien, Terawan mengklaim hampir 90 persen bahan pembuat Vaksin Nusantara berasal dari Indonesia.

Di antaranya Tabung Kerucut 50 mililiter dengan jumlah 3 buah dengan kode RM-2072, Spuit 30 mililiter dengan kode RM-2222, tabung LeucoSep dengan kode RM-221 berjumlah 4 per kit, hingga larutan Premium Ficoll (RM-3249) berjumlah 60 mililiter.

Namun, terdapat beberapa bahan yang berasal dari Amerika Serikat, yakni larutan Antigen Protein dengan kode IM-5124.

"Baik dalam pembuatan antigen dan karena itu recombinan. Bisa kita lakukan di sini. Namun karena paten sudah mereka (AS) miliki ya harus kita bekerja sama. Termasuk media diferensiasinya," jelas Terawan.

Menuai kritik pakar sains, dokter, hingga BPOM

Seperti diberitakan sebelumnya, gagasan Vaksin Nusantara ini menuai kritikan para ahli. Mulai dari ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo, Doktor Bidang Biokimia dan Biologi Molekuler Ines Atmosukarto, epidemiolog Pandu Riono, hingga Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, pengembangan Vaksin Nusantara harus berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah dan dapat diterima secara saintifik.

Hal tersebut disampaikan Pandu dalam menanggapi Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang ngotot agar pengembangan Vaksin Nusantara yang digagasnya dilanjutkan.

"Terawan itu kalau sebagai ilmuwan, dia akan mengikuti kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, harus sesuai regulasi karena ini untuk kepentingan publik," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com bulan Juni lalu.

Pandu mengingatkan, pengembangan vaksin tidak bisa dilakukan dengan mengambil jalan pintas, melainkan harus berdasarkan regulasi dan kaidah-kaidah ilmiah yang telah ditentukan.

Begitu juga dengan Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menilai pengembangan vaksin nusantara tak sesuai kaidah ilmiah dan medis. Serta banyak kejanggalan dalam proses penelitian vaksin Nusantara ini.