'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Ada 4 Varian Covid Asli Indonesia, Kemenkes Klaim Tak Bahaya
| Jumat, 30 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah ada empat jenis varian baru virus corona (Covid-19) asal Indonesia yakni B14662, B1470, B11398, dan B1459. Namun, Kemenkes mengklaim tidak berbahaya.

"Empat varian lokal tersebut tidak berbahaya ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/7).

Varian B14662 tercatat sudah masuk dalam kategori Alerts for Further Monitoring alias varian yang tengah dipantau perkembangannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak April 2021 lalu.

Nadia lalu merinci jumlah kasus dari varian baru asal Indonesia tersebut. Varian B14662 ada 794 kasus. Kemudian B1470 ada 460 kasus, B11398 ada 173 kasus dan B1459 sebanyak 136 kasus.

Semuanya tersebar di berbagai daerah. Akan tetapi, Nadia belum mau merinci peta sebaran kasus varian baru asal Indonesia tersebut.

Nadia hanya menyampaikan bahwa keempat varian lokal Indonesia tersebut tidak masuk dalam kategori Variant of Concern (VoC) maupun Variant of Interest (VoI). Ia menyebut WHO sejauh ini baru mengkategorikan varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VoC. Sementara VoI ada varian Eta, Iota, Kappa, dan Lambda.

WHO mendefinisikan VoI sebagai kategori varian yang memiliki genom mutasi dan menyebabkan perubahan asam amino terkait kepekaan alat tes/telah. Sudah pula terdeteksi di banyak negara, hingga teridentifikasi menyebabkan penularan pada komunitas.

Sementara VoC adalah varian yang memiliki peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologis, memiliki peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis, bahkan mampu menurunkan efektivitas vaksin. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

"Jadi ini bukan VoC maupun VoI ya," tuturnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Ada 4 Varian Covid Asli Indonesia, Kemenkes Klaim Tak Bahaya
Jumat, 30 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah ada empat jenis varian baru virus corona (Covid-19) asal Indonesia yakni B14662, B1470, B11398, dan B1459. Namun, Kemenkes mengklaim tidak berbahaya.

"Empat varian lokal tersebut tidak berbahaya ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/7).

Varian B14662 tercatat sudah masuk dalam kategori Alerts for Further Monitoring alias varian yang tengah dipantau perkembangannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak April 2021 lalu.

Nadia lalu merinci jumlah kasus dari varian baru asal Indonesia tersebut. Varian B14662 ada 794 kasus. Kemudian B1470 ada 460 kasus, B11398 ada 173 kasus dan B1459 sebanyak 136 kasus.

Semuanya tersebar di berbagai daerah. Akan tetapi, Nadia belum mau merinci peta sebaran kasus varian baru asal Indonesia tersebut.

Nadia hanya menyampaikan bahwa keempat varian lokal Indonesia tersebut tidak masuk dalam kategori Variant of Concern (VoC) maupun Variant of Interest (VoI). Ia menyebut WHO sejauh ini baru mengkategorikan varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VoC. Sementara VoI ada varian Eta, Iota, Kappa, dan Lambda.

WHO mendefinisikan VoI sebagai kategori varian yang memiliki genom mutasi dan menyebabkan perubahan asam amino terkait kepekaan alat tes/telah. Sudah pula terdeteksi di banyak negara, hingga teridentifikasi menyebabkan penularan pada komunitas.

Sementara VoC adalah varian yang memiliki peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologis, memiliki peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis, bahkan mampu menurunkan efektivitas vaksin. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

"Jadi ini bukan VoC maupun VoI ya," tuturnya.