'
18 Zulqaidah 1447 H | Selasa, 5 Mei 2026
×
/ pekanbaru
Pemko Pekanbaru Alokasikan Anggaran Rp 35 Miliar untuk Penanganan Stunting
| Kamis, 22 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Pemerintah Kota Pekanbaru menggelontorkan anggaran mencapai Rp 35 miliar untuk mendukung upaya mencegah kasus stunting pada balita. Alokasi anggaran terbanyak untuk bidang kesehatan.

Jumlah anggaran penanganan stunting di sektor kesehatan mencapai Rp 21 miliar lebih. Kebanyakan untuk mendukung layanan aksrs kesehatan bagi ibu dan balita.

Walikota Pekanbaru, Dr.H. Firdaus, S.T., M.T menilai cara mencegah kasus stunting yakni meningkatkan layanan gizi bagi ibu hamil dan balita. Mereka juga mesti mendapat akses bahan pangan hingga layanan kesehatan.

"Kita berupaya agar pada tahun 2022 sudah zero stunting," ujarnya dalam rembuk stunting sebagai aksi konvergensi dan pencegahan stunting di Kota Pekanbaru, Kamis (22/7).

Walikota mengaku bahwa pemerintah kota punya keterbatasan anggaran dalam menangani kasus stuning. Ia menilai perlu melakukan rembuk agar bisa mengajak semua pihak ikut serta dalam upaya mencegah kasus stunting.

Dirinya mengajak lembaga dan berbagai pihak ikut membantu upaya menurunkan angka stunting. Ia menyebut anggarannya bisa bersumber dari CSR dunia usaha, hibah, infak, wakaf dan kegiatan lainnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan layanan sanitasi.

Tahun 2022 mendatang pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp 82 miliar untuk mencegah kasus stunting. Upaya mencegah stunting ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

OPD yang terlibat yakni Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Lalu Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinas PUPR Kota Pekanbaru dan Dinas Perkim Pekanbaru. Lalu Dinas Sosial Pekanbaru, Disdalduk KB Kota Pekanbaru, DP3AM Kota Pekanbaru, Bappeda Kota Pekanbaru dan Disdukcapil Kota Pekanbaru.

Rembuk ini bertujuan untuk memastikann adanya upaya penurunan kasus stunting secara terintegrasi. Ada juga komitmen bersama dalam menurunkan kasus stunting.

Kasus stunting di Kota Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 18,58 persen. Lalu pada tahun 2020 turun menjadi 2,24 persen.

Ada 15 kelurahan di Kota Pekanbaru bakal menjadi fokus penanganan stunting. Kelurahan itu masuk dalam zona merah stunting.

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pekanbaru

Pemko Pekanbaru Alokasikan Anggaran Rp 35 Miliar untuk Penanganan Stunting
Kamis, 22 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pemerintah Kota Pekanbaru menggelontorkan anggaran mencapai Rp 35 miliar untuk mendukung upaya mencegah kasus stunting pada balita. Alokasi anggaran terbanyak untuk bidang kesehatan.

Jumlah anggaran penanganan stunting di sektor kesehatan mencapai Rp 21 miliar lebih. Kebanyakan untuk mendukung layanan aksrs kesehatan bagi ibu dan balita.

Walikota Pekanbaru, Dr.H. Firdaus, S.T., M.T menilai cara mencegah kasus stunting yakni meningkatkan layanan gizi bagi ibu hamil dan balita. Mereka juga mesti mendapat akses bahan pangan hingga layanan kesehatan.

"Kita berupaya agar pada tahun 2022 sudah zero stunting," ujarnya dalam rembuk stunting sebagai aksi konvergensi dan pencegahan stunting di Kota Pekanbaru, Kamis (22/7).

Walikota mengaku bahwa pemerintah kota punya keterbatasan anggaran dalam menangani kasus stuning. Ia menilai perlu melakukan rembuk agar bisa mengajak semua pihak ikut serta dalam upaya mencegah kasus stunting.

Dirinya mengajak lembaga dan berbagai pihak ikut membantu upaya menurunkan angka stunting. Ia menyebut anggarannya bisa bersumber dari CSR dunia usaha, hibah, infak, wakaf dan kegiatan lainnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan layanan sanitasi.

Tahun 2022 mendatang pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp 82 miliar untuk mencegah kasus stunting. Upaya mencegah stunting ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

OPD yang terlibat yakni Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Lalu Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinas PUPR Kota Pekanbaru dan Dinas Perkim Pekanbaru. Lalu Dinas Sosial Pekanbaru, Disdalduk KB Kota Pekanbaru, DP3AM Kota Pekanbaru, Bappeda Kota Pekanbaru dan Disdukcapil Kota Pekanbaru.

Rembuk ini bertujuan untuk memastikann adanya upaya penurunan kasus stunting secara terintegrasi. Ada juga komitmen bersama dalam menurunkan kasus stunting.

Kasus stunting di Kota Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 18,58 persen. Lalu pada tahun 2020 turun menjadi 2,24 persen.

Ada 15 kelurahan di Kota Pekanbaru bakal menjadi fokus penanganan stunting. Kelurahan itu masuk dalam zona merah stunting.