'
20 Sya'ban 1447 H | Minggu, 8 Februari 2026
×
/ nasional
Banjir Parah Serang China: 12 Tewas, 200 Ribu Dievakuasi
| Rabu, 21 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Banjir menerjang wilayah Provinsi Henan, China. Sedikitnya 12 orang tewas dalam kejadian ini, lima luka dan 200.000 orang dievakuasi.

Mengutip Associated Press (AP), banjir dilaporkan menggenangi ibukota provinsi itu, Zhengzhou. Derasnya hujan di kota berpenduduk 10 juta orang itu, telah mengubah jalan menjadi sungai yang mengalir deras, membuat stasiun kereta bawah tanah terendam dan mobil tergenang.

Energi juga lumpuh total di kawasan itu. Listrik untuk warga kini sebagian besar warga padam. Hujan telah terjadi sejak 17 Juli dan terus datang hingga Selasa sore. Banjir diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

Media Xinhua melaporkan Kementerian Manajemen Darurat China, telah menaikkan status tanggap darurat dari level IV ke level III. China memiliki sistem tanggap darurat banjir, dengan Level 1 sebagai yang teratas,

Tentara juga sudah terjun untuk pengalihan banjir. PLA turun untuk memperkuat tanggul seiring jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang, sekitar 137 kilometer dari Zhengzhou.

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden China Xi Jinping menyatakan banjir di provinsi Henan adalah salah satu bencana yang sangat parah. Ia menyebut beberapa waduk dan bendungan penampungan air bahkan jebol dan tidak mampu menahan debit air.

"Beberapa waduk mengalami jebolnya bendungan... menyebabkan cedera serius, korban jiwa dan kerusakan harta benda. Situasi pengendalian banjir sangat parah," kata Xi seraya berujar peristiwa saat ini berada pada 'tahap kritis', ditulis AFP, Rabu (21/7/2021).

Sejumlah warga meneriakkan bantuan di media sosial China Weibo, seiring komunikasi ke kota yang terputus. Beberapa mengkhawatirkan kondisi keluarga mereka.

"Saya tidak tahu lebih banyak tentang situasi mereka. Saya di Tianjin dan orang tua saya di Zhengzhou," katanya seorang warga bernama Hou. "Saya sangat cemas."

Seorang manajer restoran berusia 56 tahun, Wang Guirong, mengatakan terkejut dengan peristiwa ini. Ia berujar ini pertama kali terjadi.

"Saya telah tinggal di Zhengzhou sepanjang hidup saya dan belum pernah melihat badai hujan yang begitu deras seperti hari ini," kata Wang.

Di sebuah video yang diunggah South China Morning Post (SCMP) digambarkan detik-detik air mulai memasuki sebuah kereta bawah tanah sarat penumpang. Dalam video itu air terlihat jelas terus menggenangi hingga ukuran dada orang dewasa.

Dilaporkan juga ada korban tewas dalam kereta bawah tanah itu. Banjir juga diketahui terjadi di Beijing, ibu kota China.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

Banjir Parah Serang China: 12 Tewas, 200 Ribu Dievakuasi
Rabu, 21 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Banjir menerjang wilayah Provinsi Henan, China. Sedikitnya 12 orang tewas dalam kejadian ini, lima luka dan 200.000 orang dievakuasi.

Mengutip Associated Press (AP), banjir dilaporkan menggenangi ibukota provinsi itu, Zhengzhou. Derasnya hujan di kota berpenduduk 10 juta orang itu, telah mengubah jalan menjadi sungai yang mengalir deras, membuat stasiun kereta bawah tanah terendam dan mobil tergenang.

Energi juga lumpuh total di kawasan itu. Listrik untuk warga kini sebagian besar warga padam. Hujan telah terjadi sejak 17 Juli dan terus datang hingga Selasa sore. Banjir diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

Media Xinhua melaporkan Kementerian Manajemen Darurat China, telah menaikkan status tanggap darurat dari level IV ke level III. China memiliki sistem tanggap darurat banjir, dengan Level 1 sebagai yang teratas,

Tentara juga sudah terjun untuk pengalihan banjir. PLA turun untuk memperkuat tanggul seiring jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang, sekitar 137 kilometer dari Zhengzhou.

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden China Xi Jinping menyatakan banjir di provinsi Henan adalah salah satu bencana yang sangat parah. Ia menyebut beberapa waduk dan bendungan penampungan air bahkan jebol dan tidak mampu menahan debit air.

"Beberapa waduk mengalami jebolnya bendungan... menyebabkan cedera serius, korban jiwa dan kerusakan harta benda. Situasi pengendalian banjir sangat parah," kata Xi seraya berujar peristiwa saat ini berada pada 'tahap kritis', ditulis AFP, Rabu (21/7/2021).

Sejumlah warga meneriakkan bantuan di media sosial China Weibo, seiring komunikasi ke kota yang terputus. Beberapa mengkhawatirkan kondisi keluarga mereka.

"Saya tidak tahu lebih banyak tentang situasi mereka. Saya di Tianjin dan orang tua saya di Zhengzhou," katanya seorang warga bernama Hou. "Saya sangat cemas."

Seorang manajer restoran berusia 56 tahun, Wang Guirong, mengatakan terkejut dengan peristiwa ini. Ia berujar ini pertama kali terjadi.

"Saya telah tinggal di Zhengzhou sepanjang hidup saya dan belum pernah melihat badai hujan yang begitu deras seperti hari ini," kata Wang.

Di sebuah video yang diunggah South China Morning Post (SCMP) digambarkan detik-detik air mulai memasuki sebuah kereta bawah tanah sarat penumpang. Dalam video itu air terlihat jelas terus menggenangi hingga ukuran dada orang dewasa.

Dilaporkan juga ada korban tewas dalam kereta bawah tanah itu. Banjir juga diketahui terjadi di Beijing, ibu kota China.