'
25 Jumadil Awwal 1448 H | Jumat, 6 November 2026
×
/ siak
DPRD dan Pemkap Siak Sepakat APBD-P 2026 Sebesar Rp, 2,,2 Trilun
| Kamis, 1 Oktober 2026
Editor : | Penulis :

 DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak resmi menyepakati Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (30/9/2026).

Kesepakatan tersebut berlangsung di tengah tekanan terhadap ruang fiskal daerah. Dalam APBD-P 2026, pendapatan daerah tercatat mengalami penurunan 6,76 persen menjadi sekitar Rp2,21 triliun, dari sebelumnya Rp2,37 triliun.

Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2,236 triliun. Dengan komposisi tersebut, APBD-P Siak 2026 mengalami defisit sekitar Rp26,58 miliar.

Defisit tersebut ditutup melalui penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp41,1 miliar.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja. Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, anggaran dinilai perlu diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Anggota Banggar DPRD Siak, Marudut Pakpahan, menekankan pentingnya penajaman prioritas anggaran agar keterbatasan fiskal tidak mengurangi manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengapresiasi proses pembahasan antara DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh pihak yang terlibat hingga APBD-P tersebut disepakati.

“Persetujuan ini lahir dari kesepahaman dan komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Siak yang kita cintai,” ujar Afni.

Menurut Afni, tekanan fiskal yang terjadi saat ini bukan hanya dihadapi Kabupaten Siak. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah daerah di Indonesia.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah akan tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan publik.

“Tekanan fiskal tidak hanya dirasakan Siak, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Kita terus berjuang mendapatkan hak-hak masyarakat kita tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” tegasnya.

Di tengah tekanan fiskal tersebut, Afni juga menyampaikan sejumlah kabar terkait tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur di Siak.

Salah satunya tambahan 3,5 kilometer jalan rigid melalui program Inpres Jalan Daerah dengan nilai sekitar Rp49,9 miliar. Ruas yang mendapatkan dukungan tersebut berada pada rute Pinang Sebatang Barat–Perawang menuju Sungai Mandau.

Menurut Afni, proyek tersebut telah selesai melalui proses lelang.

Tak hanya jalan, Kabupaten Siak juga mendapatkan tambahan alokasi anggaran untuk sektor irigasi dalam APBN-P 2026.

Afni menyebut alokasi irigasi yang diterima Siak menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Riau. Nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp98 miliar.

Anggaran tersebut kemudian ditambah dengan dukungan untuk perbaikan irigasi di wilayah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hingga ke Teluk Lanus.

“Total anggaran sekitar Rp98 miliar, ditambah perbaikan irigasi wilayah JIAT sampai ke Teluk Lanus sehingga total lebih dari Rp112 miliar,” kata Afni.

Dengan disahkannya APBD-P 2026, pemerintah daerah kini dituntut memastikan perubahan anggaran tersebut benar-benar diarahkan pada program prioritas dan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah penurunan pendapatan daerah dan terbatasnya ruang fiskal.

Index
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malay
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi
Index
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik
 Bupati Kasmarni Hadiri Pembukaan Musda XI DPD Partai Golkar, Ajak Perkuat Persatuan dan Bersinergi
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Tengah Tantangan Fiskal, Wabup Ingatkan Peran Pemuda untuk Dae
Menkomdigi Meutya Hafid dan Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online Lintas Negara dan Pe
Bupati Kasmarni Terima Audiensi PKB Bengkalis, Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Bupati Bengkalis Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Tujuh Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027
Peringatan Hari Santri 2026 di Ponpes Nurul Hidayah, Bupati Kasmarni Minta Santri Kuasai Iptek Menuj
Hadiri Paripurna DPRD, Bupati Bengkalis Harapkan Pandangan Umum Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Ranp
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Perkuat S
Ranperda APBD 2027 Disampaikan, DBH Migas Bengkalis Diproyeksi Turun 80,61 Persen
pemerintahan
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
daerah
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
siak

DPRD dan Pemkap Siak Sepakat APBD-P 2026 Sebesar Rp, 2,,2 Trilun
Kamis, 1 Oktober 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak resmi menyepakati Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (30/9/2026).

Kesepakatan tersebut berlangsung di tengah tekanan terhadap ruang fiskal daerah. Dalam APBD-P 2026, pendapatan daerah tercatat mengalami penurunan 6,76 persen menjadi sekitar Rp2,21 triliun, dari sebelumnya Rp2,37 triliun.

Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2,236 triliun. Dengan komposisi tersebut, APBD-P Siak 2026 mengalami defisit sekitar Rp26,58 miliar.

Defisit tersebut ditutup melalui penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp41,1 miliar.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja. Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, anggaran dinilai perlu diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Anggota Banggar DPRD Siak, Marudut Pakpahan, menekankan pentingnya penajaman prioritas anggaran agar keterbatasan fiskal tidak mengurangi manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengapresiasi proses pembahasan antara DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta seluruh pihak yang terlibat hingga APBD-P tersebut disepakati.

“Persetujuan ini lahir dari kesepahaman dan komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Siak yang kita cintai,” ujar Afni.

Menurut Afni, tekanan fiskal yang terjadi saat ini bukan hanya dihadapi Kabupaten Siak. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah daerah di Indonesia.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah akan tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan publik.

“Tekanan fiskal tidak hanya dirasakan Siak, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Kita terus berjuang mendapatkan hak-hak masyarakat kita tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” tegasnya.

Di tengah tekanan fiskal tersebut, Afni juga menyampaikan sejumlah kabar terkait tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur di Siak.

Salah satunya tambahan 3,5 kilometer jalan rigid melalui program Inpres Jalan Daerah dengan nilai sekitar Rp49,9 miliar. Ruas yang mendapatkan dukungan tersebut berada pada rute Pinang Sebatang Barat–Perawang menuju Sungai Mandau.

Menurut Afni, proyek tersebut telah selesai melalui proses lelang.

Tak hanya jalan, Kabupaten Siak juga mendapatkan tambahan alokasi anggaran untuk sektor irigasi dalam APBN-P 2026.

Afni menyebut alokasi irigasi yang diterima Siak menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Riau. Nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp98 miliar.

Anggaran tersebut kemudian ditambah dengan dukungan untuk perbaikan irigasi di wilayah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) hingga ke Teluk Lanus.

“Total anggaran sekitar Rp98 miliar, ditambah perbaikan irigasi wilayah JIAT sampai ke Teluk Lanus sehingga total lebih dari Rp112 miliar,” kata Afni.

Dengan disahkannya APBD-P 2026, pemerintah daerah kini dituntut memastikan perubahan anggaran tersebut benar-benar diarahkan pada program prioritas dan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah penurunan pendapatan daerah dan terbatasnya ruang fiskal.