'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ jakarta
Dugaan Penyelewangan Dana ACT Terungkap, Ketua IPM Langsung Minta Kadernya Hengkang
| Senin, 4 Juli 2022
Editor : | Penulis : admin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Nashir Efendi mengingatkan para kadernya yang aktif di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk segera keluar.

Saya ingatkan kepada teman-teman se-persyarikatan saya yang lebih memilih ACT daripada Lazismu. Minta tolong berhenti aktif di lembaga ini, baik itu menjadi relawan atau karyawan,” kata Nashir di akun Twitternya, Senin (4/7/2022).

Hal itu ia sampaikan menyusul adanya kasus dugaan penyelewengan dana sumbangan oleh pihak ACT. Masalah ini menjadi buah bibir masyarakat setelah Majalah Tempo merilis laporan investigasinya.

Menurut laporan itu, ACT menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk membayar gaji petinggi lembaga ini yang disebut-sebut mencapai Rp250 juta per bulan.

Kata Nashir, sebelum laporan itu ramai diperbincangkan, sudah ada sejumlah laporan terkair masalah di tubuh ACT.

“Sudah ada beberapa report sebelum Tempo yang menjelaskan soal kebobrokan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam sepuluh terakhir ini banyak kajian gerakan filantropi Islam yang menggeliat di Indonesia.

Menurutnya, ada masalah di balik menjamurnya gerakan filantropi Islam yang belum bisa diantisipasi.

“Tempo melihat sisi lain, konsekuensi yang tidak diinginkan (unintended consequences) dari geliat dan menjamurnya fenomena ini. Ada efek samping yang belum terantisipasi,” jelasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
jakarta

Dugaan Penyelewangan Dana ACT Terungkap, Ketua IPM Langsung Minta Kadernya Hengkang
Senin, 4 Juli 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Nashir Efendi mengingatkan para kadernya yang aktif di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk segera keluar.

Saya ingatkan kepada teman-teman se-persyarikatan saya yang lebih memilih ACT daripada Lazismu. Minta tolong berhenti aktif di lembaga ini, baik itu menjadi relawan atau karyawan,” kata Nashir di akun Twitternya, Senin (4/7/2022).

Hal itu ia sampaikan menyusul adanya kasus dugaan penyelewengan dana sumbangan oleh pihak ACT. Masalah ini menjadi buah bibir masyarakat setelah Majalah Tempo merilis laporan investigasinya.

Menurut laporan itu, ACT menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk membayar gaji petinggi lembaga ini yang disebut-sebut mencapai Rp250 juta per bulan.

Kata Nashir, sebelum laporan itu ramai diperbincangkan, sudah ada sejumlah laporan terkair masalah di tubuh ACT.

“Sudah ada beberapa report sebelum Tempo yang menjelaskan soal kebobrokan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam sepuluh terakhir ini banyak kajian gerakan filantropi Islam yang menggeliat di Indonesia.

Menurutnya, ada masalah di balik menjamurnya gerakan filantropi Islam yang belum bisa diantisipasi.

“Tempo melihat sisi lain, konsekuensi yang tidak diinginkan (unintended consequences) dari geliat dan menjamurnya fenomena ini. Ada efek samping yang belum terantisipasi,” jelasnya.