'
25 Jumadil Awwal 1448 H | Jumat, 6 November 2026
×
/ nasional
WHO Minta Semua Negara Pakai Vaksin Covid-19 Buatan China
| Jumat, 2 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin

Ilustrasi

Badan Kesehatan Dunia (WHO) seluruh negara untuk memakai semua vaksin Covid-19 yang disediakan, termasuk buatan China.

Dalam pernyataannya, badan kesehatan di bawah PBB itu menekankan menolak vaksin "Negeri Panda" berarti merusak kepercayaan pada obat yang terbukti aman dan efektif.

Saat ini, WHO sudah memberikan otorisasi penggunaan darurat kepada vaksin merek Sinovac serta Sinopharm.

Ilustrasi: WHO Minta Semua Negara Pakai Vaksin Covid-19 Buatan China. (Foto: Int)

Dalam tinjauan WHO, kedua vaksin itu terbukti menurunkan angka rawat inap maupun kematian karena virus corona.

Selain Sinopharm dan Sinovac, vaksin Covid-19 lainnya yang disahkan adalah Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Saat ini, kebanyakan negara Eropa maupun Amerika Utara belum memberikan persetujuan bagi vaksin "Negeri Panda".

Pada Mei, Uni Eropa menerbitkan imbauan bakal mengizinkan warga bepergian jika mereka mendapat vaksin yang disahkan Badan Obat Eropa (EMA).

Saat ini, regulator obat Eropa tengah mempertimbangkan Sinovac. Hanya belum diketahui kapan pengesahannya.

Dalam rilisnya Kamis (1/7/2021), WHO meminta agar negara-negara tidak mendiskriminasi vaksin lain.

"Sistem dua kasta yang tercipta bakal memperlebar kesenjangan vaksin global dan memperburuk ketidakadilan yang terlihat dalam distribusi vaksin," ulas WHO.

Badan kesehatan tersebut menyatakan, diskriminasi itu akan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi karena pandemi.

Dilansir Newsweek, vaksin produksi "Negeri Panda" dibuat dengan virus corona yang sudah dimatikan.

Sementara vaksin produksi Barat, menggunakan teknologi lebih maju, menargetkan "duri protein" yang melekat pada virus.

Banyak negara berkembang, selain bergantung pada vaksin seperti Pfizer dan AstraZeneca, juga telah mengimpor vaksin buatan China.

Index
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Bertemu USABC, Meutya Hafid Dorong Investasi Digital AS Beri Manfaat Nyata bagi Indonesia
Dewan Pendidikan Bengkalis Apresiasi K3S Bantan Gelar Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD
Toreh Prestasi Internasional, Mahasiswa Polbeng Raih Gold Medal dan Special Award di IUIC 2026 Malay
Jurnalistik Cendekia Gelar REDAKSI, Ajak Anak Yayasan Aisyah Mengenal Literasi
Index
Perkuat Tata Kelola Data Desa dan Kelurahan, Kecamatan Bengkalis Sosialisasikan Program Desa Cantik
 Bupati Kasmarni Hadiri Pembukaan Musda XI DPD Partai Golkar, Ajak Perkuat Persatuan dan Bersinergi
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Tengah Tantangan Fiskal, Wabup Ingatkan Peran Pemuda untuk Dae
Menkomdigi Meutya Hafid dan Kapolri Suyudi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online Lintas Negara dan Pe
Bupati Kasmarni Terima Audiensi PKB Bengkalis, Perkuat Sinergi Bangun Daerah
Bupati Bengkalis Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Tujuh Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD 2027
Peringatan Hari Santri 2026 di Ponpes Nurul Hidayah, Bupati Kasmarni Minta Santri Kuasai Iptek Menuj
Hadiri Paripurna DPRD, Bupati Bengkalis Harapkan Pandangan Umum Fraksi Jadi Bahan Penyempurnaan Ranp
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Perkuat S
Ranperda APBD 2027 Disampaikan, DBH Migas Bengkalis Diproyeksi Turun 80,61 Persen
pemerintahan
Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
daerah
Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis Ikuti Kelas Pemilu, KPU Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif
Kemkomdigi Ingatkan Ancaman AI, Penipuan Kini Bisa Meniru Suara dan Identitas
Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Alhamdulillah, Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Pemulihan TNTN Dimulai, 83,2 Persen Kawasan Hutan Telah Berubah Jadi Kebun Sawit
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
nasional

WHO Minta Semua Negara Pakai Vaksin Covid-19 Buatan China
Jumat, 2 Juli 2021
Editor : | Penulis : admin
Ilustrasi
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) seluruh negara untuk memakai semua vaksin Covid-19 yang disediakan, termasuk buatan China.

Dalam pernyataannya, badan kesehatan di bawah PBB itu menekankan menolak vaksin "Negeri Panda" berarti merusak kepercayaan pada obat yang terbukti aman dan efektif.

Saat ini, WHO sudah memberikan otorisasi penggunaan darurat kepada vaksin merek Sinovac serta Sinopharm.

Ilustrasi: WHO Minta Semua Negara Pakai Vaksin Covid-19 Buatan China. (Foto: Int)

Dalam tinjauan WHO, kedua vaksin itu terbukti menurunkan angka rawat inap maupun kematian karena virus corona.

Selain Sinopharm dan Sinovac, vaksin Covid-19 lainnya yang disahkan adalah Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Saat ini, kebanyakan negara Eropa maupun Amerika Utara belum memberikan persetujuan bagi vaksin "Negeri Panda".

Pada Mei, Uni Eropa menerbitkan imbauan bakal mengizinkan warga bepergian jika mereka mendapat vaksin yang disahkan Badan Obat Eropa (EMA).

Saat ini, regulator obat Eropa tengah mempertimbangkan Sinovac. Hanya belum diketahui kapan pengesahannya.

Dalam rilisnya Kamis (1/7/2021), WHO meminta agar negara-negara tidak mendiskriminasi vaksin lain.

"Sistem dua kasta yang tercipta bakal memperlebar kesenjangan vaksin global dan memperburuk ketidakadilan yang terlihat dalam distribusi vaksin," ulas WHO.

Badan kesehatan tersebut menyatakan, diskriminasi itu akan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi karena pandemi.

Dilansir Newsweek, vaksin produksi "Negeri Panda" dibuat dengan virus corona yang sudah dimatikan.

Sementara vaksin produksi Barat, menggunakan teknologi lebih maju, menargetkan "duri protein" yang melekat pada virus.

Banyak negara berkembang, selain bergantung pada vaksin seperti Pfizer dan AstraZeneca, juga telah mengimpor vaksin buatan China.