'
3 Jumadil Awwal 1448 H | Kamis, 15 Oktober 2026
×
/ bengkalis
Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
| Kamis, 8 Oktober 2026
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Shalat Dzuhur berjamaah dilanjutkan Tabligh Akbar bersama da'i nasional Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS). Acara ini mengusung tema "Membina Generasi Islam yang Tangguh Menuju Indonesia Emas Tahun 2045". Kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis. Kamis, 8 Oktober 2026.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang ikut dalam kegiatan ini menegaskan bahwa kesuksesan Indonesia di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui fisik atau infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kualitas manusianya.

“Infrastruktur yang hebat tanpa manusia yang berakhlak akan kehilangan arah. Kemajuan ekonomi tanpa moral akan kehilangan kendali. Dan kecerdasan tanpa iman dapat kehilangan tujuan,” tegas Kasmarni.Pemkab Bengkalis berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan yang religius dan inspiratif melalui berbagai program penguatan sumber daya manusia dan nilai-nilai keagamaan. Kasmarni berharap Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi masyarakat menjadikan iman, ilmu, dan akhlak sebagai landasan hidup sehari-hari.

Dalam tausiahnya yang dihadiri oleh ribuan jamaah serta jajaran pemerintah daerah, UAS menekankan bahwa menyiapkan generasi masa depan harus dimulai dari akar yang paling mendasar, yaitu pendidikan tauhid dan pembentukan keluarga sakinah.

Berikut adalah 10 poin penting yang disampaikan oleh UAS dalam mendidik anak agar menjadi generasi yang Tangguh. Pertama memilih "Tanah yang subur" (Pasangan hidup). UAS mengibaratkan pasangan hidup seperti tanah tempat menanam bibit. Tanah yang subur akan menumbuhkan mawar yang indah dan harum, sedangkan tanah yang tandus hanya akan menumbuhkan kaktus yang berduri.

"Jangan mencari kesempurnaan dalam menikah, melainkan bersiaplah untuk saling menutupi kekurangan. Dari sanalah rahmat dan kasih sayang Allah akan turun," pesan UAS.

Kedua kriteria lelaki dan suami yang baik. Bagi kaum perempuan, UAS mengingatkan untuk memilih suami berdasarkan dua kriteria utama, yaitu bagus agamanya (rajin shalat, zakat, puasa) dan lembut tutur katanya. Hubungan keluarga akan rusak jika suami rajin ibadah namun kasar dalam berucap, atau sebaliknya. Bagi istri yang menghadapi suami yang sulit, UAS mengajak untuk meneladani kesabaran Siti Asiyah istri Firaun yang tetap berdoa kebaikan.

Ketiga, hubungan dan proses pernikahan yang baik. UAS mengimbau agar proses pertemuan menuju pernikahan dilakukan melalui jalur yang diridhai Allah SWT. Beliau dengan tegas meminta para remaja yang masih berpacaran untuk segera memutuskan hubungan demi menghindari perbuatan yang dilarang agama.

Keempat, menebus anak yang tergadai (aqiqah). Setiap anak yang lahir sejatinya tergadai dan harus ditebus dengan pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh, berupa penyembelihan kambing, mencukur rambut, dan memberi nama yang baik. Jika belum mampu pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21, aqiqah tetap boleh ditunaikan kapan saja ketika orang tua sudah memiliki kelapangan rezeki.

Kelima pendidikan sejak dalam kandungan. Mendidik anak tidak dimulai saat mereka sekolah, melainkan sejak berada di dalam kandungan melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an (seperti Surah Yusuf). Begitu lahir, anak segera disambut dengan kumandang adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.

Keenam, memasukkan anak ke lembaga pendidikan Islam. Jika orang tua memiliki keterbatasan waktu dan ilmu untuk mendidik anak secara langsung, UAS menyarankan agar anak-anak dititipkan ke pondok pesantren. Lembaga pesantren saat ini sudah modern, mampu mengajarkan Al-Qur'an, kitab kuning, sekaligus bahasa asing (Inggris dan Arab).

Ketujuh, orang tua menjadi teladan (role model). Anak-anak membutuhkan contoh nyata, bukan sekadar perintah. Orang tua tidak bisa menyuruh anaknya ke masjid jika ayahnya sendiri berdiam diri di rumah. Teladan ibadah harus dimulai dari bapak dan ibu di rumah.

Kedelapan, memberikan makanan yang halal. Asupan makanan yang halal sangat memengaruhi kepatuhan anak. Makanan haram akan menyumbat aliran darah dan merusak kerja otak, sehingga anak menjadi bebal, sulit dinasihati, dan enggan mendengar perkataan baik.

Kesembilan, peran pemimpin dalam menjaga agama. UAS juga menyoroti tugas penting seorang pemimpin daerah dalam menjaga rakyat, agama, dan negara, berkaca pada sejarah Sultan Syarif Kasim. UAS secara khusus meminta kepada Bupati Bengkalis untuk mengadakan program pelatihan imam dan ustaz utusan dari setiap kecamatan. Tujuannya agar masjid-masjid di desa kembali hidup dengan pengajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Asy'ariyah), fikih, dan akhlak.

Kesepuluh, kekuatan doa melalui shalat hajat. Senjata pamungkas orang tua adalah doa. UAS mengajak para orang tua untuk merutinkan shalat hajat di sepertiga malam. Mintalah kesalehan anak, kelancaran rezeki, hingga masa depan mereka langsung kepada Allah SWT pada sujud terakhir shalat berdoa dalam hati jika menggunakan bahasa selain Arab agar shalat tidak batal.

Index
Kabupaten Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verifikasi dan Validasi untuk Penguatan KDKMP
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Ap
Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Chest Freezer, Dorong Penguatan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan
Hadiri Wisuda XVIII Sarjana dan Pascasarjana IsNJ Bengkalis, Hj. Kasmarni Berpesan Wisuda Ini Bukan
Polbeng Gandeng UMKM, BUMDes, dan Perbankan Dorong Ekosistem Kewirausahaan di Bengkalis
PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni, Akan Banyak Investasi Lagi
Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah.
 Syah APBD-P Siak 2026 Sebesar Rp2,236 triliun, Pendapatan Daerah Turun 6,7 Persen
Bupati Kasmarni Bersama DPRD Bengkalis Teken Perubahan APBD 2026 Sebesar Rp3,578 Triliun
Index
Puan LAM-R Bengkalis Resmi Dilantik, Bupati Hj. Kasmarni Ucapkan Tahniah dan Ajak Perkuat Peran Pere
Cakupan Konektivitas Tembus 90 Persen, Pemerintah Kejar Kualitas 5G
Wamenkomdigi: Kedaulatan Digital Dimulai dari Konektivitas yang Bermanfaat
Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah, Pemkab Bengkalis Hadiri RUPSLB BRK Syariah
Diskominfotik Sambangi SDN 04 Bengkalis, Edukasi Siswa tentang Bahaya Gadget dan Cyber Bullying
Silaturahmi Ketua Harian LPTQ Baru, Bahas Persiapan MTQ ke-51 di Bantan
Turnamen Domino dan Tenis Meja SIWO PWI Bengkalis Dibuka, Bupati Apresiasi Peran Pers
Menkomdigi Tegaskan Kewajiban Pelindungan Anak ke CEO Roblox di Amerika Serikat
Salurkan Bantuan Logistik, Wabup Bengkalis Tinjau Korban Kebakaran Rumah di Deluk
Jawaban Bupati Bengkalis Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD,Perubahan APBD 2026 Harus Bermanfaat
pemerintahan
Wali Kota Pekanbaru: Rumah Dinas Terbuka Bagi Siapa Saja
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
daerah
Kabupaten Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verifikasi dan Validasi untuk Penguatan KDKMP
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Ap
Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Chest Freezer, Dorong Penguatan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

Pemkab Bengkalis Gelar Tabligh Akbar Bersama UAS: UAS Beberkan 10 Kunci Lahirkan Generasi Islam
Kamis, 8 Oktober 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Shalat Dzuhur berjamaah dilanjutkan Tabligh Akbar bersama da'i nasional Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS). Acara ini mengusung tema "Membina Generasi Islam yang Tangguh Menuju Indonesia Emas Tahun 2045". Kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis. Kamis, 8 Oktober 2026.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang ikut dalam kegiatan ini menegaskan bahwa kesuksesan Indonesia di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui fisik atau infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kualitas manusianya.

“Infrastruktur yang hebat tanpa manusia yang berakhlak akan kehilangan arah. Kemajuan ekonomi tanpa moral akan kehilangan kendali. Dan kecerdasan tanpa iman dapat kehilangan tujuan,” tegas Kasmarni.Pemkab Bengkalis berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan yang religius dan inspiratif melalui berbagai program penguatan sumber daya manusia dan nilai-nilai keagamaan. Kasmarni berharap Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi masyarakat menjadikan iman, ilmu, dan akhlak sebagai landasan hidup sehari-hari.

Dalam tausiahnya yang dihadiri oleh ribuan jamaah serta jajaran pemerintah daerah, UAS menekankan bahwa menyiapkan generasi masa depan harus dimulai dari akar yang paling mendasar, yaitu pendidikan tauhid dan pembentukan keluarga sakinah.

Berikut adalah 10 poin penting yang disampaikan oleh UAS dalam mendidik anak agar menjadi generasi yang Tangguh. Pertama memilih "Tanah yang subur" (Pasangan hidup). UAS mengibaratkan pasangan hidup seperti tanah tempat menanam bibit. Tanah yang subur akan menumbuhkan mawar yang indah dan harum, sedangkan tanah yang tandus hanya akan menumbuhkan kaktus yang berduri.

"Jangan mencari kesempurnaan dalam menikah, melainkan bersiaplah untuk saling menutupi kekurangan. Dari sanalah rahmat dan kasih sayang Allah akan turun," pesan UAS.

Kedua kriteria lelaki dan suami yang baik. Bagi kaum perempuan, UAS mengingatkan untuk memilih suami berdasarkan dua kriteria utama, yaitu bagus agamanya (rajin shalat, zakat, puasa) dan lembut tutur katanya. Hubungan keluarga akan rusak jika suami rajin ibadah namun kasar dalam berucap, atau sebaliknya. Bagi istri yang menghadapi suami yang sulit, UAS mengajak untuk meneladani kesabaran Siti Asiyah istri Firaun yang tetap berdoa kebaikan.

Ketiga, hubungan dan proses pernikahan yang baik. UAS mengimbau agar proses pertemuan menuju pernikahan dilakukan melalui jalur yang diridhai Allah SWT. Beliau dengan tegas meminta para remaja yang masih berpacaran untuk segera memutuskan hubungan demi menghindari perbuatan yang dilarang agama.

Keempat, menebus anak yang tergadai (aqiqah). Setiap anak yang lahir sejatinya tergadai dan harus ditebus dengan pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh, berupa penyembelihan kambing, mencukur rambut, dan memberi nama yang baik. Jika belum mampu pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21, aqiqah tetap boleh ditunaikan kapan saja ketika orang tua sudah memiliki kelapangan rezeki.

Kelima pendidikan sejak dalam kandungan. Mendidik anak tidak dimulai saat mereka sekolah, melainkan sejak berada di dalam kandungan melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an (seperti Surah Yusuf). Begitu lahir, anak segera disambut dengan kumandang adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.

Keenam, memasukkan anak ke lembaga pendidikan Islam. Jika orang tua memiliki keterbatasan waktu dan ilmu untuk mendidik anak secara langsung, UAS menyarankan agar anak-anak dititipkan ke pondok pesantren. Lembaga pesantren saat ini sudah modern, mampu mengajarkan Al-Qur'an, kitab kuning, sekaligus bahasa asing (Inggris dan Arab).

Ketujuh, orang tua menjadi teladan (role model). Anak-anak membutuhkan contoh nyata, bukan sekadar perintah. Orang tua tidak bisa menyuruh anaknya ke masjid jika ayahnya sendiri berdiam diri di rumah. Teladan ibadah harus dimulai dari bapak dan ibu di rumah.

Kedelapan, memberikan makanan yang halal. Asupan makanan yang halal sangat memengaruhi kepatuhan anak. Makanan haram akan menyumbat aliran darah dan merusak kerja otak, sehingga anak menjadi bebal, sulit dinasihati, dan enggan mendengar perkataan baik.

Kesembilan, peran pemimpin dalam menjaga agama. UAS juga menyoroti tugas penting seorang pemimpin daerah dalam menjaga rakyat, agama, dan negara, berkaca pada sejarah Sultan Syarif Kasim. UAS secara khusus meminta kepada Bupati Bengkalis untuk mengadakan program pelatihan imam dan ustaz utusan dari setiap kecamatan. Tujuannya agar masjid-masjid di desa kembali hidup dengan pengajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Asy'ariyah), fikih, dan akhlak.

Kesepuluh, kekuatan doa melalui shalat hajat. Senjata pamungkas orang tua adalah doa. UAS mengajak para orang tua untuk merutinkan shalat hajat di sepertiga malam. Mintalah kesalehan anak, kelancaran rezeki, hingga masa depan mereka langsung kepada Allah SWT pada sujud terakhir shalat berdoa dalam hati jika menggunakan bahasa selain Arab agar shalat tidak batal.