'
2 Rabiul Akhir 1448 H | Selasa, 15 September 2026
×
/ bengkalis
Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
| Selasa, 15 September 2026
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BANTAN – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut mendorong masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi perkembangan program pengelolaan dan pemulihan ekosistem mangrove, sekaligus melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat secara berkelanjutan, Senin 14 September 2026, di Sekretariat LPHD Desa Teluk Pampang.

Dalam kegiatan Monev, YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang mendorong masyarakat agar tidak hanya menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak. Salah satunya melalui pengembangan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi desa.

Dalam pemaparannya, Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini telah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

“Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pengelolaan mangrove diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

"YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ungkapnya.

Indra juga mengakui tanpa support YKAN kegiatan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak akan terlaksana dengan baik seperti saat ini. Alhamdulillah berkat bimbingan YKAN, semangat untuk melakukan kegiatan perlindungan dan restorasi mangrove terus berlanjut hingga detik ini.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M. Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.

Lebih lanjut ia katakan, tanpa terasa YKAN telah 5 tahun bersama masyarakat dan LPHD Desa Teluk Pampang melakukan bimbingan kegiatan perlindungan, konservasi, rehabilitasi dan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan upaya pemulihan ekosistem mangrove. Ia berharap kolaborasi antara YKAN, LPHD, dan masyarakat Desa Teluk Pampang dapat terus terjalin sehingga kegiatan restorasi mangrove memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Desa Teluk Pampang M. Ali B mengatakan, keberadaan dan pendampingan YKAN turut membawa dampak positif bagi desa. Desa Teluk Pampang kini semakin dikenal oleh masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut terlihat dari adanya kunjungan berbagai pihak dari luar daerah maupun mancanegara yang datang langsung ke Desa Teluk Pampang untuk melihat kegiatan restorasi mangrove yang dilaksanakan bersama YKAN dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

“Kami sangat berterima kasih kepada YKAN yang telah mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat Desa Teluk Pampang. Kehadiran YKAN tidak hanya membantu dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove, tetapi juga membuat desa kami semakin dikenal hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Ali, kegiatan restorasi mangrove juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia berharap kerja sama dan pendampingan tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir di Desa Teluk Pampang.

Selanjutnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis diwakili Kepala Bidang PPKLH Sri Hartati 
menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, kegiatan restorasi mangrove merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan YKAN dan LPHD dapat terus berlanjut serta mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan kawasan mangrove tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Usaha Perhutan Sosial (KUPS) Srikandi Desa Teluk Pampang turut memperkenalkan produk uji coba pengolahan biota mangrove menjadi berbagai produk makanan. Kreativitas dan keterampilan para ibu-ibu dalam mengolah potensi yang tersedia di kawasan mangrove mendapat perhatian positif dari para tamu.

Ibu-ibu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Srikandi mendapat apresiasi dan pujian dari tamu mancanegara yakni, Jesse Emiliano Hahnel (Crankstart Foundation), Emily Charlotte Landis (Global Mangrove Alliance/The Nature Conservancy), ?Shruti Mittal (GMA/TNC), ?Dhita Rachmadini (CLUA) dan Mariski Nirwan ( Senior Manager Program Ketahanan Pesisir), yang langsung ikut mencicipi hasil olahan tersebut, juga memberikan acungan jempol.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang untuk terus mengembangkan berbagai inovasi pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mendukung upaya pelestarian ekosistem, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan Monev ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada para mitra internasional bahwa upaya restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi mangrove secara berkelanjutan.

Usai penyampaian persentasi tentang perkembangan dan perencanaan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan, di pengembangan budidaya kunang-kunang, kemudian dilanjutkan ke lokasi kegiatan restorasi mangrove dan terakhir rombongan bersilaturahmi kerumah warga suku asli yang merupakan penyuplai bahan dasar biota mangrove, yang diolah oleh ibu-ibu KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, dihadiri Ketua LPHD Desa Kembung Luar, Ketua LPHD Kembung Baru, ibu-ibu KUPS Srikandi dan anggota LPHD Desa Teluk Pampang dan Tim YKAN.

Index
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
Bupati Hj Kasmarni Lantik 3 Pejabat Eselon II dan 38 Pejabat Administrator, Pengawas serta Fungsiona
Penutupan CBBC III Program Bermasa, Lautan Manusia Padati Gelora Patra Sungai Pakning
Bupati Bengkalis Buka KKI 2026, 129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan
Index
Bunda PAUD Bengkalis Tandatangani Komitmen Bersama Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Festival Dai Cilik Bukit Batu Sukses Digelar, Tanamkan Keberanian dan Akhlak Sejak Dini
Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Str
Mengenang Abdul Rasyid: Ulama Pendiri Desa Pedekik
Rumah Kreatif Suku Seni Riau Sukses Gelar Festival Sastra Melayu Riau di Bengkalis
Festival Anak Berbakat Siap Meriahkan Suka Maju, Ada Mini Concert dan Car Free Night
14 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan Kampung Pancasila Kelurahan Kota Bengkalis
Pengurus Dikukuhkan, Amir Fauzan Pimpin DJSC Air Putih
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
pemerintahan
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
daerah
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
Selasa, 15 September 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BANTAN – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Teluk Pampang bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut mendorong masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi biota mangrove menjadi produk olahan makanan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengevaluasi perkembangan program pengelolaan dan pemulihan ekosistem mangrove, sekaligus melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat secara berkelanjutan, Senin 14 September 2026, di Sekretariat LPHD Desa Teluk Pampang.

Dalam kegiatan Monev, YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang mendorong masyarakat agar tidak hanya menjaga kelestarian kawasan mangrove, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi yang tersedia secara bijak. Salah satunya melalui pengembangan berbagai olahan makanan berbahan biota mangrove yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan usaha melalui KUPS diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi desa.

Dalam pemaparannya, Ketua LPHD Desa Teluk Pampang Indra Sukmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YKAN yang selama ini telah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekosistem dan restorasi mangrove.

“Pendampingan dari YKAN sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin mampu mengelola potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pengelolaan mangrove diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan KUPS menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

"YKAN bersama LPHD Desa Teluk Pampang berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan usaha, serta pemanfaatan potensi mangrove secara berkelanjutan demi menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ungkapnya.

Indra juga mengakui tanpa support YKAN kegiatan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak akan terlaksana dengan baik seperti saat ini. Alhamdulillah berkat bimbingan YKAN, semangat untuk melakukan kegiatan perlindungan dan restorasi mangrove terus berlanjut hingga detik ini.

Sementara itu, Direktur Program Kelautan YKAN M. Ilman mengungkapkan rasa bangga sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Pampang yang selalu memberikan dukungan dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan restorasi mangrove.

Lebih lanjut ia katakan, tanpa terasa YKAN telah 5 tahun bersama masyarakat dan LPHD Desa Teluk Pampang melakukan bimbingan kegiatan perlindungan, konservasi, rehabilitasi dan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan upaya pemulihan ekosistem mangrove. Ia berharap kolaborasi antara YKAN, LPHD, dan masyarakat Desa Teluk Pampang dapat terus terjalin sehingga kegiatan restorasi mangrove memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Desa Teluk Pampang M. Ali B mengatakan, keberadaan dan pendampingan YKAN turut membawa dampak positif bagi desa. Desa Teluk Pampang kini semakin dikenal oleh masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Hal tersebut terlihat dari adanya kunjungan berbagai pihak dari luar daerah maupun mancanegara yang datang langsung ke Desa Teluk Pampang untuk melihat kegiatan restorasi mangrove yang dilaksanakan bersama YKAN dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

“Kami sangat berterima kasih kepada YKAN yang telah mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat Desa Teluk Pampang. Kehadiran YKAN tidak hanya membantu dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove, tetapi juga membuat desa kami semakin dikenal hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Ali, kegiatan restorasi mangrove juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia berharap kerja sama dan pendampingan tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir di Desa Teluk Pampang.

Selanjutnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis diwakili Kepala Bidang PPKLH Sri Hartati 
menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan restorasi mangrove yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Desa Teluk Pampang.

Menurutnya, kegiatan restorasi mangrove merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan YKAN dan LPHD dapat terus berlanjut serta mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan kawasan mangrove tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Usaha Perhutan Sosial (KUPS) Srikandi Desa Teluk Pampang turut memperkenalkan produk uji coba pengolahan biota mangrove menjadi berbagai produk makanan. Kreativitas dan keterampilan para ibu-ibu dalam mengolah potensi yang tersedia di kawasan mangrove mendapat perhatian positif dari para tamu.

Ibu-ibu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Srikandi mendapat apresiasi dan pujian dari tamu mancanegara yakni, Jesse Emiliano Hahnel (Crankstart Foundation), Emily Charlotte Landis (Global Mangrove Alliance/The Nature Conservancy), ?Shruti Mittal (GMA/TNC), ?Dhita Rachmadini (CLUA) dan Mariski Nirwan ( Senior Manager Program Ketahanan Pesisir), yang langsung ikut mencicipi hasil olahan tersebut, juga memberikan acungan jempol.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang untuk terus mengembangkan berbagai inovasi pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai ekonomi. Selain mendukung upaya pelestarian ekosistem, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan Monev ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada para mitra internasional bahwa upaya restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi mangrove secara berkelanjutan.

Usai penyampaian persentasi tentang perkembangan dan perencanaan restorasi mangrove di Desa Teluk Pampang, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan, di pengembangan budidaya kunang-kunang, kemudian dilanjutkan ke lokasi kegiatan restorasi mangrove dan terakhir rombongan bersilaturahmi kerumah warga suku asli yang merupakan penyuplai bahan dasar biota mangrove, yang diolah oleh ibu-ibu KUPS Srikandi Desa Teluk Pampang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, dihadiri Ketua LPHD Desa Kembung Luar, Ketua LPHD Kembung Baru, ibu-ibu KUPS Srikandi dan anggota LPHD Desa Teluk Pampang dan Tim YKAN.