'
2 Rabiul Akhir 1448 H | Selasa, 15 September 2026
×
/ serbaserbi
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
| Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam. 

Index
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
Bupati Hj Kasmarni Lantik 3 Pejabat Eselon II dan 38 Pejabat Administrator, Pengawas serta Fungsiona
Penutupan CBBC III Program Bermasa, Lautan Manusia Padati Gelora Patra Sungai Pakning
Bupati Bengkalis Buka KKI 2026, 129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan
Index
Bunda PAUD Bengkalis Tandatangani Komitmen Bersama Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Festival Dai Cilik Bukit Batu Sukses Digelar, Tanamkan Keberanian dan Akhlak Sejak Dini
Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Str
Mengenang Abdul Rasyid: Ulama Pendiri Desa Pedekik
Rumah Kreatif Suku Seni Riau Sukses Gelar Festival Sastra Melayu Riau di Bengkalis
Festival Anak Berbakat Siap Meriahkan Suka Maju, Ada Mini Concert dan Car Free Night
14 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan Kampung Pancasila Kelurahan Kota Bengkalis
Pengurus Dikukuhkan, Amir Fauzan Pimpin DJSC Air Putih
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
pemerintahan
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
daerah
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
serbaserbi

Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Jumat, 1 Mei 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Di lantai teras dingin rumah rakyat Siak, seorang perempuan muda terbaring lemah. Namanya Putri. Usianya 27 tahun, tapi tubuhnya tampak seperti remaja yang kelelahan oleh hidup. Rambut keritingnya menutupi wajah, pakaiannya kusut, dan matanya kosong, seolah kehilangan arah pulang.

Putri tidak datang sendiri. Seorang ibu menggenggam harapan terakhir, membawanya menempuh perjalanan jauh dari Tualang dengan sepeda motor, Rabu (29/4/2026). Bukan untuk berkunjung, melainkan untuk memohon pertolongan. Tak tahu lagi harus ke mana, ia memilih mengetuk pintu rumah dinas Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli. 

Putri bukan anak kandungnya. Dia diangkat sejak usia sehari, dibesarkan dengan kasih sayang tanpa batas. Namun cinta seorang ibu pun nyaris kalah oleh kerasnya kenyataan. Narkoba perlahan merenggut Putri, mengubahnya dari anak yang dicintai menjadi sosok asing yang tak lagi dikenali.

Dengan suara bergetar, sang ibu menceritakan luka yang selama ini dipendam. Putri beberapa kali mengaku mencuri, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai Rp25 juta. Namun tak pernah ada bukti. “Dia hanya disuruh orang dan mengaku maling, tapi barang buktinya tak ada,” ujar sang ibu lirih.

Keputusasaan sempat menghampiri. Tapi sebagai ibu, ia tidak menyerah. Ia hanya ingin anaknya tetap hidup, tetap diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar masalah. Itulah yang membawanya sampai ke titik ini, mencari jalan agar Putri bisa diselamatkan.

Di hadapan Bupati Afni, kondisi Putri membuat hati teriris. Tubuhnya kotor, kuku panjang menghitam, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Oleh Afni, Putri kemudian diminta untuk dibersihkan, dimandikan, diperlakukan dengan layak. Inibsebuah langkah kecil untuk mengembalikan martabatnya sebagai manusia.

Hasil tes urine menunjukkan kenyataan pahit, Putri positif mengonsumsi metamfetamin atau sabu-sabu. “Ya Allah, budak macam dari mana dia dapat sabu? Dia ini mana tahu-menahu dengan hal macam itu,” ucap Afni dengan nada prihatin.

Bagi Afni, Putri bukan sekadar satu kasus. Putri adalah wajah dari fenomena gunung es, bahwa di luar sana, mungkin masih banyak “Putri” lain yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan narkoba. Mereka bukan pelaku, melainkan korban dari sistem yang rapuh dan lingkungan yang tak melindungi.

Putri kemudian dipulangkan dalam kondisi lebih bersih dan sedikit lebih tenang. Ia akan menjalani rehabilitasi, sebuah harapan baru, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kisah ini menjadi pengingat, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ia membutuhkan kepedulian bersama, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Sebab jika lengah, bukan tidak mungkin akan ada Putri-Putri lain yang bernasib sama.
Dan bagi seorang ibu, harapan itu tidak pernah benar-benar padam.