'
15 Zulqaidah 1447 H | Sabtu, 2 Mei 2026
×
/ pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
| Senin, 27 April 2026
Editor : | Penulis :

 Praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) harus segera diakhiri sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN. Sebelumnya, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) II Muara Fajar dinilai berbahaya karena penumpukan sampah yang tinggi.

 

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Sabtu (25/4/2026).

 

Pemerintah pusat mendukung penuh rencana pengembangan teknologi methane capture atau penangkapan gas metana. Teknologi ini dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi emisi gas metana yang berbahaya. Bahkan, teknologi ini memiliki dampak pemanasan hingga puluhan kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida serta memberikan nilai ekologis yang tinggi.

 

"Meski demikian, penerapannya harus mengikuti standar tata laksana yang ketat. Kami juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," ujar Hanif

 

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar, sembari menunggu penyusunan dokumen lingkungan hidup yang saat ini masih berproses. Koordinasi harus melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum yang dipimpin Dody Hanggodo.

 

"Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga telah membangun sejumlah waste station sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern. Saya meminta agar pengembangan fasilitas tersebut dipercepat guna mendukung target nasional pengolahan sampah," pinta Hanif.

 

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kegiatan pemilahan merupakan kewajiban individu sekaligus kolektif.

 

“Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama,” tutur Hanif.

 

Saat ini, Pekanbaru tengah menyiapkan dua proyek strategis, yakni pengembangan methane capture serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Kedua proyek tersebut membutuhkan pasokan sampah terpilah agar dapat berjalan optimal.

 

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan, pihaknya telah menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Pemko melibatkan kader PKK dan Posyandu karena pengelolaan sampah rumah tangga banyak dilakukan oleh ibu-ibu.

 

"Edukasi juga dilakukan melalui lingkungan RT RW dan sekolah,” katanya.

 

Pemko Pekanbaru juga menyediakan fasilitas bank sampah sebagai insentif ekonomi bagi masyarakat. Melalui program ini, sampah yang telah dipilah dapat memiliki nilai jual.

 

“Ada warga yang mampu memperoleh hingga Rp2,5 juta per bulan dari hasil memilah sampah. Jika ini menjadi gerakan bersama, dampaknya akan sangat besar,” ujar Markarius.

 

Selain itu, edukasi lingkungan juga diperluas ke sekolah melalui program Adiwiyata. Hal ini guna menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini. 

Index
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
Pelaku Usaha Pekanbaru Riau Gelar Temu Ramah dan Sosialisasi Bersama Penggadaian
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
Pemko Pekanbaru Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait LKPj 2025
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
Index
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
HUT PUPR ke-2,Ketum Handoko,PUPR Terus Berkembang,Berkolaborasi dengan Pihak Pemerintah dan Swasta
Bupati Pelalawan H. Zukri Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Jelang Idul Fitri
 Jalin Silaturrahmi,DPD Parsindo Riau Buka Puasa Bersama 137 Yatim dan Dhuafa
 Inspektorat Kota Pekanbaru dan Darma Wanita Berbagi 1000 Paket Takjil Gratis
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Bupati Siak Afni, Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Polda Riau
Serap Aspirasi hingga Bahas Beasiswa
Bupati Siak Afni Yakin Generasi Muda Siak Mampu Tumbuh Menjadi Generasi Qur’ani
pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, WaliKota Agung Terima Penghargaan
Harga Lebih Murah, Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Digelar di Pekanbaru dan Siak
Pekan Ini Operasi Pasar Murah Digelar di 3 Kabupaten, Berikut Lokasinya
daerah
Bupati Siak, Perempuan NU Harus Aktif di Bidang Sosial dan Ekonomi
Rakor DBH Sawit 2026: Pelalawan Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Infrastruktur
Perkuat Sinergi Pengamanan Idulfitri, Bupati Siak Hadiri Rakor Operasi Lancang Kuning 2026
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Pekanbaru untuk Antisipasi Balap Liar
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Senin, 27 April 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) harus segera diakhiri sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN. Sebelumnya, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) II Muara Fajar dinilai berbahaya karena penumpukan sampah yang tinggi.

 

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Sabtu (25/4/2026).

 

Pemerintah pusat mendukung penuh rencana pengembangan teknologi methane capture atau penangkapan gas metana. Teknologi ini dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi emisi gas metana yang berbahaya. Bahkan, teknologi ini memiliki dampak pemanasan hingga puluhan kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida serta memberikan nilai ekologis yang tinggi.

 

"Meski demikian, penerapannya harus mengikuti standar tata laksana yang ketat. Kami juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," ujar Hanif

 

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar, sembari menunggu penyusunan dokumen lingkungan hidup yang saat ini masih berproses. Koordinasi harus melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum yang dipimpin Dody Hanggodo.

 

"Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga telah membangun sejumlah waste station sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern. Saya meminta agar pengembangan fasilitas tersebut dipercepat guna mendukung target nasional pengolahan sampah," pinta Hanif.

 

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kegiatan pemilahan merupakan kewajiban individu sekaligus kolektif.

 

“Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama,” tutur Hanif.

 

Saat ini, Pekanbaru tengah menyiapkan dua proyek strategis, yakni pengembangan methane capture serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Kedua proyek tersebut membutuhkan pasokan sampah terpilah agar dapat berjalan optimal.

 

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan, pihaknya telah menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Pemko melibatkan kader PKK dan Posyandu karena pengelolaan sampah rumah tangga banyak dilakukan oleh ibu-ibu.

 

"Edukasi juga dilakukan melalui lingkungan RT RW dan sekolah,” katanya.

 

Pemko Pekanbaru juga menyediakan fasilitas bank sampah sebagai insentif ekonomi bagi masyarakat. Melalui program ini, sampah yang telah dipilah dapat memiliki nilai jual.

 

“Ada warga yang mampu memperoleh hingga Rp2,5 juta per bulan dari hasil memilah sampah. Jika ini menjadi gerakan bersama, dampaknya akan sangat besar,” ujar Markarius.

 

Selain itu, edukasi lingkungan juga diperluas ke sekolah melalui program Adiwiyata. Hal ini guna menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.