'
2 Rabiul Akhir 1448 H | Selasa, 15 September 2026
×
/ pemerintahan
Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
| Senin, 13 April 2026
Editor : | Penulis :

Gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri kembali berlanjut di gerbang perbatasan Provinsi Riau. Sebanyak 32 orang PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan ini tercatat sebagai rombongan deportasi perdana yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Dumai setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Setibanya di pelabuhan dengan menggunakan kapal feri Indomal Imperial, para pekerja migran tersebut langsung diarahkan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ketat oleh tim gabungan. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen keimigrasian guna memastikan legalitas status mereka serta pemeriksaan kesehatan awal yang dilakukan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap warga negara yang kembali dari luar negeri.

Berdasarkan hasil pemindaian kesehatan di lokasi, seluruh PMI tersebut dinyatakan dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak ditemukan adanya keluhan medis yang menonjol. Dengan hasil pemeriksaan yang stabil tersebut, tim petugas menyatakan mereka layak untuk melanjutkan proses birokrasi selanjutnya menuju tahap pemulangan ke daerah asal masing-masing. 

Penanganan lanjutan terhadap rombongan ini segera diambil alih oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai. Di lokasi transit, para PMI mendapatkan layanan pendampingan komprehensif yang mencakup pendataan mendalam, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat istirahat, serta fasilitasi administrasi yang diperlukan agar hak-hak mereka tetap terlindungi.

Selain urusan logistik, para PMI juga mendapatkan bantuan teknis berupa fasilitasi registrasi IMEI perangkat komunikasi di gerai Bea Cukai pelabuhan. Langkah ini dilakukan agar alat komunikasi mereka tetap dapat berfungsi di jaringan seluler dalam negeri sebelum mereka ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai. Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh hadir dalam setiap tahap kepulangan para pahlawan devisa tersebut.

"Setiap PMI yang dipulangkan, apapun statusnya, tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, mulai dari pemeriksaan kesehatan yang teliti, pendataan yang akurat, hingga fasilitasi pemulangan ke kampung halaman dengan aman," ujar Fanny Wahyu Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Ahad (12/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fanny juga memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Ia menyoroti bahwa sebagian besar masalah hukum dan kemanusiaan yang menimpa PMI di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai dengan ketentuan regulasi. Ia mengimbau warga agar selalu memilih jalur resmi demi menghindari risiko eksploitasi dan kekerasan di negara penempatan.

Secara rinci, data rombongan kali ini terdiri dari 23 orang laki-laki dan 9 orang perempuan yang mayoritas berasal dari Provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh warga asal Aceh dan Riau. Saat ini, seluruh pekerja migran tersebut masih menjalani masa transit di Rumah Ramah PMI Dumai guna menunggu jadwal keberangkatan ke daerah masing-masing. "Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah asal mereka untuk mempercepat proses pemulangan ini," tutup Fanny.

Index
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
Bupati Hj Kasmarni Lantik 3 Pejabat Eselon II dan 38 Pejabat Administrator, Pengawas serta Fungsiona
Penutupan CBBC III Program Bermasa, Lautan Manusia Padati Gelora Patra Sungai Pakning
Bupati Bengkalis Buka KKI 2026, 129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan
Index
Bunda PAUD Bengkalis Tandatangani Komitmen Bersama Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Festival Dai Cilik Bukit Batu Sukses Digelar, Tanamkan Keberanian dan Akhlak Sejak Dini
Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Str
Mengenang Abdul Rasyid: Ulama Pendiri Desa Pedekik
Rumah Kreatif Suku Seni Riau Sukses Gelar Festival Sastra Melayu Riau di Bengkalis
Festival Anak Berbakat Siap Meriahkan Suka Maju, Ada Mini Concert dan Car Free Night
14 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan Kampung Pancasila Kelurahan Kota Bengkalis
Pengurus Dikukuhkan, Amir Fauzan Pimpin DJSC Air Putih
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
pemerintahan
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
daerah
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Deportasi Perdana Pascalebaran, 32 Pekerja Migran dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
Senin, 13 April 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Gelombang pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri kembali berlanjut di gerbang perbatasan Provinsi Riau. Sebanyak 32 orang PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Kedatangan ini tercatat sebagai rombongan deportasi perdana yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Dumai setelah perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Setibanya di pelabuhan dengan menggunakan kapal feri Indomal Imperial, para pekerja migran tersebut langsung diarahkan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ketat oleh tim gabungan. Proses pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen keimigrasian guna memastikan legalitas status mereka serta pemeriksaan kesehatan awal yang dilakukan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan dan keselamatan setiap warga negara yang kembali dari luar negeri.

Berdasarkan hasil pemindaian kesehatan di lokasi, seluruh PMI tersebut dinyatakan dalam kondisi fisik yang sehat dan tidak ditemukan adanya keluhan medis yang menonjol. Dengan hasil pemeriksaan yang stabil tersebut, tim petugas menyatakan mereka layak untuk melanjutkan proses birokrasi selanjutnya menuju tahap pemulangan ke daerah asal masing-masing. 

Penanganan lanjutan terhadap rombongan ini segera diambil alih oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai. Di lokasi transit, para PMI mendapatkan layanan pendampingan komprehensif yang mencakup pendataan mendalam, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat istirahat, serta fasilitasi administrasi yang diperlukan agar hak-hak mereka tetap terlindungi.

Selain urusan logistik, para PMI juga mendapatkan bantuan teknis berupa fasilitasi registrasi IMEI perangkat komunikasi di gerai Bea Cukai pelabuhan. Langkah ini dilakukan agar alat komunikasi mereka tetap dapat berfungsi di jaringan seluler dalam negeri sebelum mereka ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai. Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh hadir dalam setiap tahap kepulangan para pahlawan devisa tersebut.

"Setiap PMI yang dipulangkan, apapun statusnya, tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, mulai dari pemeriksaan kesehatan yang teliti, pendataan yang akurat, hingga fasilitasi pemulangan ke kampung halaman dengan aman," ujar Fanny Wahyu Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Ahad (12/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fanny juga memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Ia menyoroti bahwa sebagian besar masalah hukum dan kemanusiaan yang menimpa PMI di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai dengan ketentuan regulasi. Ia mengimbau warga agar selalu memilih jalur resmi demi menghindari risiko eksploitasi dan kekerasan di negara penempatan.

Secara rinci, data rombongan kali ini terdiri dari 23 orang laki-laki dan 9 orang perempuan yang mayoritas berasal dari Provinsi Sumatera Utara, diikuti oleh warga asal Aceh dan Riau. Saat ini, seluruh pekerja migran tersebut masih menjalani masa transit di Rumah Ramah PMI Dumai guna menunggu jadwal keberangkatan ke daerah masing-masing. "Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah asal mereka untuk mempercepat proses pemulangan ini," tutup Fanny.