'
2 Rabiul Akhir 1448 H | Selasa, 15 September 2026
×
/ pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
| Selasa, 6 Januari 2026
Editor : | Penulis :

Pemerintah Provinsi Riau menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru sebagai salah satu aset daerah strategis. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset daerah guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SF Hariyanto menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Hotel Aryaduta Pekanbaru memiliki potensi pendapatan yang cukup besar setiap tahunnya. Namun demikian, kontribusi yang diterima Pemerintah Provinsi Riau selama ini dinilai belum mencerminkan potensi tersebut.

“Kalau dari informasi yang saya terima, pendapatan hotel itu bisa di atas Rp30 miliar per tahun. Tapi yang masuk ke kita selama ini hanya sekitar Rp200 jutaan. Ini tentu tidak sebanding,” ujar SF Hariyanto.

Ia menjelaskan, besaran setoran yang diterima daerah selama ini memang mengacu pada perjanjian kerja sama yang telah berlangsung sejak lama. Meski demikian, SF Hariyanto menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh dari sisi etika dan tata kelola, mengingat kontrak pengelolaan Hotel Aryaduta telah berakhir pada 2025 dan status aset tersebut kini sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Provinsi Riau.

“Tetap jalan kontraknya, iya. Tapi tidak ada salahnya diajak duduk bersama, dibicarakan, diberitahu. Etikanya di situ. Kita ini pemilik aset,” katanya.

SF Hariyanto juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi secara detail terkait nilai kontrak terbaru maupun besaran kontribusi yang akan diterima daerah apabila kerja sama pengelolaan tersebut diperpanjang. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau memandang perlu dilakukan kajian mendalam terhadap seluruh isi perjanjian yang ada.

“Saya belum berani menyimpulkan apa-apa. Kontraknya harus kita pelajari dulu. Berapa hitungannya, bagaimana kontribusinya, semua harus jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menanggapi informasi terkait adanya perpanjangan kerja sama pengelolaan yang dilakukan oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) bersama mitra pengelola. Menurutnya, langkah tersebut semestinya dikomunikasikan secara terbuka dengan Pemerintah Provinsi Riau sebagai pemegang saham utama, meskipun perpanjangan tersebut disebut didasarkan pada surat kuasa dari gubernur sebelumnya.

“Kalaupun ada dasar surat, tetap harus ada komunikasi. Apalagi sekarang aset itu sudah 100 persen milik Pemprov Riau. Jangan sampai daerah dirugikan,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Riau membuka peluang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pola kerja sama pengelolaan aset daerah, termasuk opsi-opsi yang dinilai lebih memberikan manfaat optimal bagi daerah.

SF Hariyanto menegaskan, setiap langkah kebijakan akan ditempuh melalui kajian hukum dan administrasi yang matang serta melibatkan DPRD dan pemangku kepentingan terkait. “Kita ingin percepatan, tapi tetap sesuai aturan. Semua harus disiapkan dengan baik, supaya hasilnya benar-benar untuk kepentingan daerah,” pungkasnya. 

Index
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Monev di Desa Teluk Pampang, YKAN Dorong Masyarakat Pesisir Kembangkan Olahan Biota Mangrove
Bupati Hj Kasmarni Lantik 3 Pejabat Eselon II dan 38 Pejabat Administrator, Pengawas serta Fungsiona
Penutupan CBBC III Program Bermasa, Lautan Manusia Padati Gelora Patra Sungai Pakning
Bupati Bengkalis Buka KKI 2026, 129 Tim dari 52 Kampus Siap Berkompetisi
75 Kepala Desa di Bengkalis Menjabat Lagi, Berikut Nama Lengkapnya
Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan
Index
Bunda PAUD Bengkalis Tandatangani Komitmen Bersama Dukung Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Festival Dai Cilik Bukit Batu Sukses Digelar, Tanamkan Keberanian dan Akhlak Sejak Dini
Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Str
Mengenang Abdul Rasyid: Ulama Pendiri Desa Pedekik
Rumah Kreatif Suku Seni Riau Sukses Gelar Festival Sastra Melayu Riau di Bengkalis
Festival Anak Berbakat Siap Meriahkan Suka Maju, Ada Mini Concert dan Car Free Night
14 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan Kampung Pancasila Kelurahan Kota Bengkalis
Pengurus Dikukuhkan, Amir Fauzan Pimpin DJSC Air Putih
Hingga Dini Hari Bupati Siak Pimpin Karhutla, Menjaga Sumur Minyak BSP
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
pemerintahan
Pekanbaru Bersujud, Wako Agung dan Ratusan Warga Mohon Hujan di Tengah Kepungan Asap
Sekolah di Pekanbaru Dialihkan ke Daring, MBG Tetap Disalurkan
SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih Insinyur Profesional Utama
SF Hariyanto Tunjuk Sri Sadono Jadi Plt Kadishub Riau
daerah
Pastikan Pelayanan Kesehatan Dasar Berjalan Optimal, Bupati Hj Kasmarni Tinjau Posyandu Kelapa Hijau
Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati, Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Rayakan HUT ke-81, TNI AL dan Pemkab Bengkalis Sinergi Bantu Warga Pesisir Bantan Timur
Bupati Kasmarni Tinjau Cek Kesehatan Gratis MAN 1 Bengkalis
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Selasa, 6 Januari 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Pemerintah Provinsi Riau menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru sebagai salah satu aset daerah strategis. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset daerah guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SF Hariyanto menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Hotel Aryaduta Pekanbaru memiliki potensi pendapatan yang cukup besar setiap tahunnya. Namun demikian, kontribusi yang diterima Pemerintah Provinsi Riau selama ini dinilai belum mencerminkan potensi tersebut.

“Kalau dari informasi yang saya terima, pendapatan hotel itu bisa di atas Rp30 miliar per tahun. Tapi yang masuk ke kita selama ini hanya sekitar Rp200 jutaan. Ini tentu tidak sebanding,” ujar SF Hariyanto.

Ia menjelaskan, besaran setoran yang diterima daerah selama ini memang mengacu pada perjanjian kerja sama yang telah berlangsung sejak lama. Meski demikian, SF Hariyanto menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh dari sisi etika dan tata kelola, mengingat kontrak pengelolaan Hotel Aryaduta telah berakhir pada 2025 dan status aset tersebut kini sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Provinsi Riau.

“Tetap jalan kontraknya, iya. Tapi tidak ada salahnya diajak duduk bersama, dibicarakan, diberitahu. Etikanya di situ. Kita ini pemilik aset,” katanya.

SF Hariyanto juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi secara detail terkait nilai kontrak terbaru maupun besaran kontribusi yang akan diterima daerah apabila kerja sama pengelolaan tersebut diperpanjang. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau memandang perlu dilakukan kajian mendalam terhadap seluruh isi perjanjian yang ada.

“Saya belum berani menyimpulkan apa-apa. Kontraknya harus kita pelajari dulu. Berapa hitungannya, bagaimana kontribusinya, semua harus jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menanggapi informasi terkait adanya perpanjangan kerja sama pengelolaan yang dilakukan oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) bersama mitra pengelola. Menurutnya, langkah tersebut semestinya dikomunikasikan secara terbuka dengan Pemerintah Provinsi Riau sebagai pemegang saham utama, meskipun perpanjangan tersebut disebut didasarkan pada surat kuasa dari gubernur sebelumnya.

“Kalaupun ada dasar surat, tetap harus ada komunikasi. Apalagi sekarang aset itu sudah 100 persen milik Pemprov Riau. Jangan sampai daerah dirugikan,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Riau membuka peluang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pola kerja sama pengelolaan aset daerah, termasuk opsi-opsi yang dinilai lebih memberikan manfaat optimal bagi daerah.

SF Hariyanto menegaskan, setiap langkah kebijakan akan ditempuh melalui kajian hukum dan administrasi yang matang serta melibatkan DPRD dan pemangku kepentingan terkait. “Kita ingin percepatan, tapi tetap sesuai aturan. Semua harus disiapkan dengan baik, supaya hasilnya benar-benar untuk kepentingan daerah,” pungkasnya.