'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ pemerintahan
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Riau, Warga Pelalawan, Kampar, dan Siak Terdampak
| Kamis, 16 Januari 2025
Editor : | Penulis :

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Riau beberapa hari menyebabkan banjir di sejumlah daerah, di antaranya di Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Siak, hingga hari ini Rabu (15/1).

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, banjir mengakibatkan dampak signifikan pada warga dan infrastruktur. 

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal menjelaskan, di Kabupaten Pelalawan banjir terjadi di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, pada pukul 06.00 WIB. 

“Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Nilo,” kata Edy Afrizal, Rabu (15/1).

Dampaknya, mengakibatkan tinggi air mencapai 70 sampai 100 sentimeter. Kemudian, sebanyak 29 kepala keluarga (116 jiwa) terdampak, dengan 2 KK (8 jiwa) terpaksa mengungsi.

“Dampak lainnya jalan sepanjang 500 meter terendam,” sebut Edy Afrizal.

Sementara itu, BPBD Pelalawan telah melakukan monitoring dan pendataan dengan dukungan personel desa dan masyarakat, serta satu mobil angkut BPBD dikerahkan. 

“Saat ini, debit air disana dilaporkan fluktuatif,” jelas Edy Afrizal.

Sedangkan di Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, banjir disebabkan intensitas hujan tinggi sehingga menyebabkan Sungai Subayang meluap.

Untuk dampaknya, tinggi air mencapai 40 sekitar 100 sentimeter dan menggenang jalan sepanjang 1 kilometer.

Pascakejadian, BPBD Kampar mengerahkan Satgas TRC Pusdalops, satu perahu fiber, satu mobil angkut, dan satu drone untuk kaji cepat dan pendataan. Debit air saat ini stabil.

Selanjutnya, banjir terpantau terjadi Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, yang diakibatkan meluapnya Sungai Subayang disebabkan hujan deras.

Untuk dampaknya tinggi air mencapai 40 sampai 60 sentimeter. Kemudian, ada sebanyak 108 rumah terdampak, dengan 126 KK (456 jiwa) terimbas.

“Di lokasi ini terpantau jalan sepanjang 1 km terendam,” ujar Edy Afrizal.

Sedangkan untuk upaya yang dilakukan Tim BPBD Kampar menggunakan sarana perahu fiber dan drone untuk pemantauan. 

“Debit air stabil di hari kedua,” jelas Edy Afrizal.

Banjir selanjutnya masih di Kampar, persisnya di Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri.

Di sini, banjir mengakibatkan naiknya tinggi air dari 10 sampai 40 sentimeter. Sedangkan, untuk pendataan warga terdampak masih berlangsung.

“Tim Satgas TRC Pusdalops terus melakukan kaji cepat dengan peralatan serupa,” ungkap Edy Afrizal.

Terakhir banjir di Kabupaten Siak, terpantau terjadi di Dusun I dan II Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura. 

“Banjir di wilayah Siak ini diakibatkan hujan deras selama dua hari berturut-turut, meluapnya air sungai, serta pendangkalan aliran Sungai Tonggak,” beber Edy Afirzal.

Hasil pantauan dilapangan, tinggi air mencapai 60 sampai 80 sentimeter dan terdampak pada sebanyak 300 KK, sekitar 1.200 jiwa.

Tim BPBD Siak, lanjut Edy Afrizal juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan menyiapkan tenda pengungsian, perahu karet, serta pelampung jika situasi memburuk. 

“Debit air terpantau naik 20 sampai 30 sentimeter dari hari sebelumnya,” jelasnya.

Untuk kondisi terkini, BPBD di setiap kabupaten terus memantau situasi dan bersiap melakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk membantu masyarakat yang terdampak. 

“Kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Riau, Warga Pelalawan, Kampar, dan Siak Terdampak
Kamis, 16 Januari 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Riau beberapa hari menyebabkan banjir di sejumlah daerah, di antaranya di Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Siak, hingga hari ini Rabu (15/1).

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, banjir mengakibatkan dampak signifikan pada warga dan infrastruktur. 

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal menjelaskan, di Kabupaten Pelalawan banjir terjadi di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, pada pukul 06.00 WIB. 

“Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Nilo,” kata Edy Afrizal, Rabu (15/1).

Dampaknya, mengakibatkan tinggi air mencapai 70 sampai 100 sentimeter. Kemudian, sebanyak 29 kepala keluarga (116 jiwa) terdampak, dengan 2 KK (8 jiwa) terpaksa mengungsi.

“Dampak lainnya jalan sepanjang 500 meter terendam,” sebut Edy Afrizal.

Sementara itu, BPBD Pelalawan telah melakukan monitoring dan pendataan dengan dukungan personel desa dan masyarakat, serta satu mobil angkut BPBD dikerahkan. 

“Saat ini, debit air disana dilaporkan fluktuatif,” jelas Edy Afrizal.

Sedangkan di Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, banjir disebabkan intensitas hujan tinggi sehingga menyebabkan Sungai Subayang meluap.

Untuk dampaknya, tinggi air mencapai 40 sekitar 100 sentimeter dan menggenang jalan sepanjang 1 kilometer.

Pascakejadian, BPBD Kampar mengerahkan Satgas TRC Pusdalops, satu perahu fiber, satu mobil angkut, dan satu drone untuk kaji cepat dan pendataan. Debit air saat ini stabil.

Selanjutnya, banjir terpantau terjadi Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, yang diakibatkan meluapnya Sungai Subayang disebabkan hujan deras.

Untuk dampaknya tinggi air mencapai 40 sampai 60 sentimeter. Kemudian, ada sebanyak 108 rumah terdampak, dengan 126 KK (456 jiwa) terimbas.

“Di lokasi ini terpantau jalan sepanjang 1 km terendam,” ujar Edy Afrizal.

Sedangkan untuk upaya yang dilakukan Tim BPBD Kampar menggunakan sarana perahu fiber dan drone untuk pemantauan. 

“Debit air stabil di hari kedua,” jelas Edy Afrizal.

Banjir selanjutnya masih di Kampar, persisnya di Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri.

Di sini, banjir mengakibatkan naiknya tinggi air dari 10 sampai 40 sentimeter. Sedangkan, untuk pendataan warga terdampak masih berlangsung.

“Tim Satgas TRC Pusdalops terus melakukan kaji cepat dengan peralatan serupa,” ungkap Edy Afrizal.

Terakhir banjir di Kabupaten Siak, terpantau terjadi di Dusun I dan II Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura. 

“Banjir di wilayah Siak ini diakibatkan hujan deras selama dua hari berturut-turut, meluapnya air sungai, serta pendangkalan aliran Sungai Tonggak,” beber Edy Afirzal.

Hasil pantauan dilapangan, tinggi air mencapai 60 sampai 80 sentimeter dan terdampak pada sebanyak 300 KK, sekitar 1.200 jiwa.

Tim BPBD Siak, lanjut Edy Afrizal juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan menyiapkan tenda pengungsian, perahu karet, serta pelampung jika situasi memburuk. 

“Debit air terpantau naik 20 sampai 30 sentimeter dari hari sebelumnya,” jelasnya.

Untuk kondisi terkini, BPBD di setiap kabupaten terus memantau situasi dan bersiap melakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk membantu masyarakat yang terdampak. 

“Kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.