'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ jakarta
Kasihhati : Jangan Utak Atik dan Pecah Belah Media dan Insan Pers
| Selasa, 13 Desember 2022
Editor : | Penulis : 1

Jakarta -"Stop !! Jangan utak atik dan pecah belah media dan insan pers," tegas  Dra.Kasihhati Ketua Presidium FPII sesaat setelah mendengar rekaman audio pernyataan Direktur Utama PT.Sulteng Mineral Sejahtera (SMS) Akhmad Sumarling yang disampaikannya dalam Konferensi Pers di Cafe Tanaris Kota Palu Sulawesi Tengah, senin (12/12/2022).

Dalam kesempatan konferensi pers itu, Dirut PT.SMS dengan nada sinis dan kesan negatif, menuding sejumlah media yang memberitakan terkait  PT.SMS dinilai telah melakukan Framing Media.

Akhmad Sumarling dengan nada tinggi juga 'mengancam' akan melaporkan ke polisi dan Dewan Pers, media yang melakukan framing media terkait pemberitaan yang menyoroti perusahaannya beberap hari lalu.

Menanggapi hal ini, Ketua Presidium FPII  mengingatkan  Dirut PT.SMS untuk jangan asal cuap  soal istilah framing media.

"Dirut PT.SMS baiknya belajar dulu, jangan berlagak seperti pengamat media," tukas Kasihhati.

Kasihhati yang sudah sekitar 30 tahun menggeluti dunia kewartawanan itu mengatakan framing merupakan bagian dari strategi komunikasi media dan/atau komunikasi jurnalistik, dan itu tidak berarti melanggar kode etik.

Dalam prakteknya, kata Kasihhati, framing media itu rangkaian dari tahapan menyusun atau mengemas informasi tentang suatu peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap sebuah peristiwa.

Dikatakan, framing itu tidak berarti  berkonotasi informasi bohong, tetapi merupakan  pemilihan fakta terhadap peristiwa yang dinilai penting disajikan kepada pembaca atau publik

"Jadi framing media itu fakta, penyeleksian informasi, penonjolan aspek tertentu, pemilihan kata, bunyi, atau gambar, sekalipun dengan menafikan fakta lain yang tidak dianggap penting oleh wartawan yang menulis berita" nilainya.

Lebih jelasnya, kata Kasihhati, framing itu adalah cara pandang yang digunakan wartawan atau media dalam menyeleksi isu dalam penulisan berita. 

"Saat mana  wartawan melaporkan sebuah peristiwa berdasarkan sudut pandangnya --ada fakta yang sengaja ditonjolkan, bahkan ada fakta yang dibuang, dan ini menjadi hak dan kewenangan redaksi yang tidak boleh diintervensi," tandas Kasihhati.

Terkait "ancaman" terhadap media dan wartawan yang dilontarkan Dirut PT.SMS, Ketua Presidium FPII Kasihhati juga meminta Akhmad Sumarling untuk klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers.

Kasihhati yang juga merupakan Ketua Dewan Pers Independen (DPI), meminta  kepada Dirut PT.SMS untuk memahami dinamika pers Indonesia saat ini.

"Pahami dinamika pers saat ini, kalo ada pemberitaan media yang dinilai mencemarkan nama baiknya atau diduga melanggar kode etik, cek dan pastikan dulu media atau wartawannya bernaung di organisasi pers mana, kalo media atau wartawannya gabung di FPII misalnya, ngadunya yaa ke Dewan Pers Independen (DPI), kalo ngadu ketempat lain, yaa salah alamat," pungkas Dra.Kasihhati.**(Rusman)
Sumber : Presidium FPII. 

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
jakarta

Kasihhati : Jangan Utak Atik dan Pecah Belah Media dan Insan Pers
Selasa, 13 Desember 2022
Editor : | Penulis : 1
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Jakarta -"Stop !! Jangan utak atik dan pecah belah media dan insan pers," tegas  Dra.Kasihhati Ketua Presidium FPII sesaat setelah mendengar rekaman audio pernyataan Direktur Utama PT.Sulteng Mineral Sejahtera (SMS) Akhmad Sumarling yang disampaikannya dalam Konferensi Pers di Cafe Tanaris Kota Palu Sulawesi Tengah, senin (12/12/2022).

Dalam kesempatan konferensi pers itu, Dirut PT.SMS dengan nada sinis dan kesan negatif, menuding sejumlah media yang memberitakan terkait  PT.SMS dinilai telah melakukan Framing Media.

Akhmad Sumarling dengan nada tinggi juga 'mengancam' akan melaporkan ke polisi dan Dewan Pers, media yang melakukan framing media terkait pemberitaan yang menyoroti perusahaannya beberap hari lalu.

Menanggapi hal ini, Ketua Presidium FPII  mengingatkan  Dirut PT.SMS untuk jangan asal cuap  soal istilah framing media.

"Dirut PT.SMS baiknya belajar dulu, jangan berlagak seperti pengamat media," tukas Kasihhati.

Kasihhati yang sudah sekitar 30 tahun menggeluti dunia kewartawanan itu mengatakan framing merupakan bagian dari strategi komunikasi media dan/atau komunikasi jurnalistik, dan itu tidak berarti melanggar kode etik.

Dalam prakteknya, kata Kasihhati, framing media itu rangkaian dari tahapan menyusun atau mengemas informasi tentang suatu peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap sebuah peristiwa.

Dikatakan, framing itu tidak berarti  berkonotasi informasi bohong, tetapi merupakan  pemilihan fakta terhadap peristiwa yang dinilai penting disajikan kepada pembaca atau publik

"Jadi framing media itu fakta, penyeleksian informasi, penonjolan aspek tertentu, pemilihan kata, bunyi, atau gambar, sekalipun dengan menafikan fakta lain yang tidak dianggap penting oleh wartawan yang menulis berita" nilainya.

Lebih jelasnya, kata Kasihhati, framing itu adalah cara pandang yang digunakan wartawan atau media dalam menyeleksi isu dalam penulisan berita. 

"Saat mana  wartawan melaporkan sebuah peristiwa berdasarkan sudut pandangnya --ada fakta yang sengaja ditonjolkan, bahkan ada fakta yang dibuang, dan ini menjadi hak dan kewenangan redaksi yang tidak boleh diintervensi," tandas Kasihhati.

Terkait "ancaman" terhadap media dan wartawan yang dilontarkan Dirut PT.SMS, Ketua Presidium FPII Kasihhati juga meminta Akhmad Sumarling untuk klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers.

Kasihhati yang juga merupakan Ketua Dewan Pers Independen (DPI), meminta  kepada Dirut PT.SMS untuk memahami dinamika pers Indonesia saat ini.

"Pahami dinamika pers saat ini, kalo ada pemberitaan media yang dinilai mencemarkan nama baiknya atau diduga melanggar kode etik, cek dan pastikan dulu media atau wartawannya bernaung di organisasi pers mana, kalo media atau wartawannya gabung di FPII misalnya, ngadunya yaa ke Dewan Pers Independen (DPI), kalo ngadu ketempat lain, yaa salah alamat," pungkas Dra.Kasihhati.**(Rusman)
Sumber : Presidium FPII.