'
17 Safar 1448 H | Minggu, 2 Agustus 2026
×
/ pemerintahan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
| Senin, 27 April 2026
Editor : | Penulis :

 Praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) harus segera diakhiri sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN. Sebelumnya, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) II Muara Fajar dinilai berbahaya karena penumpukan sampah yang tinggi.

 

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Sabtu (25/4/2026).

 

Pemerintah pusat mendukung penuh rencana pengembangan teknologi methane capture atau penangkapan gas metana. Teknologi ini dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi emisi gas metana yang berbahaya. Bahkan, teknologi ini memiliki dampak pemanasan hingga puluhan kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida serta memberikan nilai ekologis yang tinggi.

 

"Meski demikian, penerapannya harus mengikuti standar tata laksana yang ketat. Kami juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," ujar Hanif

 

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar, sembari menunggu penyusunan dokumen lingkungan hidup yang saat ini masih berproses. Koordinasi harus melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum yang dipimpin Dody Hanggodo.

 

"Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga telah membangun sejumlah waste station sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern. Saya meminta agar pengembangan fasilitas tersebut dipercepat guna mendukung target nasional pengolahan sampah," pinta Hanif.

 

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kegiatan pemilahan merupakan kewajiban individu sekaligus kolektif.

 

“Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama,” tutur Hanif.

 

Saat ini, Pekanbaru tengah menyiapkan dua proyek strategis, yakni pengembangan methane capture serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Kedua proyek tersebut membutuhkan pasokan sampah terpilah agar dapat berjalan optimal.

 

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan, pihaknya telah menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Pemko melibatkan kader PKK dan Posyandu karena pengelolaan sampah rumah tangga banyak dilakukan oleh ibu-ibu.

 

"Edukasi juga dilakukan melalui lingkungan RT RW dan sekolah,” katanya.

 

Pemko Pekanbaru juga menyediakan fasilitas bank sampah sebagai insentif ekonomi bagi masyarakat. Melalui program ini, sampah yang telah dipilah dapat memiliki nilai jual.

 

“Ada warga yang mampu memperoleh hingga Rp2,5 juta per bulan dari hasil memilah sampah. Jika ini menjadi gerakan bersama, dampaknya akan sangat besar,” ujar Markarius.

 

Selain itu, edukasi lingkungan juga diperluas ke sekolah melalui program Adiwiyata. Hal ini guna menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini. 

Index
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
 Buka Seminar UMKM Rohil Bistamam, UMKM Harus Kuasai Transformasi platform digital.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Berkunjung Rohil Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Program MBG
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Raih Juara Umum MTQ Riau, LPTQ Rohil Gelar Syukuran dan Doa Bersama
Olimpiade Bahasa Arab, Tiga Wakil MAN 1 Rokan Hilir Melaju ke Provinsi
Sekda Rohil Fauzi Efrizal Ikuti Rapat Virtual Bersama Kemendagri Bahas SIPD BUMD
MTQ XLIV Riau 2026 Resmi Ditutup,Rokan Hilir Juara Umum
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Index
 Bupati Afni Lepas Kafilah MTQ Siak,Hadiah Umroh Menanti, Bonus Naik 10 Persen
Wabup Syamsurizal Kenalkan Pesona Siak kepada Komisaris Bank Mandiri
Pemkab Siak Bangun Rumah Singgah untuk Pasien Miskin yang Berobat Ke RS Tengku Rafian
 Ditengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Pastikan Pembayaran gaji 13 bagi  ASN.
HUT ke-242, Pekanbaru Semakin Maju dan Masyarakat Sejahtera jadi Harapan Walikota Agung
KolaborAksi Membangun Pekanbaru: 242 Tahun Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Peringati HKG PKK Ke-54, TP PKK Pelalawan Dorong Penguatan 10 Program Pokok PKK
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Kab Siak Dapat Pengahargaan WTP ke-15 Kali Berturut-turut dari BPK RI, Ini Harapan Bupati Afni
Buka Festival Literasi 2026, Walikota: Jadikan Membaca Sebagai Kebiasaan
pemerintahan
Rektor Unri dan Plt Gubri Lepas Ribuan Mahasiswa Kukerta Membangun Negeri
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
daerah
Film Pramuka Tayang di Pekanbaru, Wawako Ajak Sekolah Dukung Penguatan Karakter Siswa
Siak Masuk Kategori Terbaik Investasi, Pemkab Genjot Permudah Perizinan Bagi Investasi
Coffe Morning Bersama Camat, Wako Pekanbaru Bahas Soal Banjir Hingga Pelantikan RT/RW
Pembukaan MTQ Riau ke-44 Resmi Digelar, Kafilah Siak Siap Bertanding
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
pemerintahan

Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
Senin, 27 April 2026
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

 Praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) harus segera diakhiri sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN. Sebelumnya, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) II Muara Fajar dinilai berbahaya karena penumpukan sampah yang tinggi.

 

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah,” kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Sabtu (25/4/2026).

 

Pemerintah pusat mendukung penuh rencana pengembangan teknologi methane capture atau penangkapan gas metana. Teknologi ini dinilai memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi emisi gas metana yang berbahaya. Bahkan, teknologi ini memiliki dampak pemanasan hingga puluhan kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida serta memberikan nilai ekologis yang tinggi.

 

"Meski demikian, penerapannya harus mengikuti standar tata laksana yang ketat. Kami juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," ujar Hanif

 

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar, sembari menunggu penyusunan dokumen lingkungan hidup yang saat ini masih berproses. Koordinasi harus melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum yang dipimpin Dody Hanggodo.

 

"Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga telah membangun sejumlah waste station sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah modern. Saya meminta agar pengembangan fasilitas tersebut dipercepat guna mendukung target nasional pengolahan sampah," pinta Hanif.

 

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kegiatan pemilahan merupakan kewajiban individu sekaligus kolektif.

 

“Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama,” tutur Hanif.

 

Saat ini, Pekanbaru tengah menyiapkan dua proyek strategis, yakni pengembangan methane capture serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Kedua proyek tersebut membutuhkan pasokan sampah terpilah agar dapat berjalan optimal.

 

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan, pihaknya telah menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Pemko melibatkan kader PKK dan Posyandu karena pengelolaan sampah rumah tangga banyak dilakukan oleh ibu-ibu.

 

"Edukasi juga dilakukan melalui lingkungan RT RW dan sekolah,” katanya.

 

Pemko Pekanbaru juga menyediakan fasilitas bank sampah sebagai insentif ekonomi bagi masyarakat. Melalui program ini, sampah yang telah dipilah dapat memiliki nilai jual.

 

“Ada warga yang mampu memperoleh hingga Rp2,5 juta per bulan dari hasil memilah sampah. Jika ini menjadi gerakan bersama, dampaknya akan sangat besar,” ujar Markarius.

 

Selain itu, edukasi lingkungan juga diperluas ke sekolah melalui program Adiwiyata. Hal ini guna menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.