'
19 Sya'ban 1447 H | Sabtu, 7 Februari 2026
×
/ bengkalis
ISNJ Bengkalis Gelar Seminar Internasional Bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni Thaila
| Senin, 4 Agustus 2025
Editor : | Penulis :

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS -  Institut Syariah Negeri (ISN) Junjungan Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni, Thailand, pada 4 Agustus 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ahmad Mahdari Waheno, SE selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universiti Fatoni, dengan mengusung tema “Wakaf dan Perniagaan Pada Era Digital”. Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Mahdari menekankan betapa pentingnya kolaborasi akademik lintas negara untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan wakaf serta mengembangkan bisnis sosial yang berbasis teknologi digital.

Kata sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Dr. Khodijah Ishak, M.E.Sy. Beliau menjelaskan bahwa program kegiatan seminar internasional yang melibatkan dosen dan mahasiswa ISN Junjungan Bengkalis bersama Jabatan Bahasa Melayu Universiti Fatoni Thailand ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu serta mempererat hubungan antar kedua institusi. Selain itu, Dr. Khodijah juga menegaskan urgensi penguatan wakaf produktif sebagai penopang ekonomi umat, sekaligus memberikan dorongan kuat kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang digital di sektor ekonomi syariah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaan wakaf dan perniagaan di era digital, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi budaya serta akademik antara Indonesia dan Thailand. Dengan semangat kolaborasi tersebut, seminar diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat posisi ekonomi syariah dalam kancah digital global.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar ini dari dua lembaga terkemuka. Muhammad Elsa Tomisa, M.E.Sy dari ISN Junjungan Bengkalis membawakan materi “Potensi Pengembangan Wakaf Produktif”, yang mengajak peserta menyoroti berbagai peluang dan tantangan dalam optimalisasi aset wakaf demi memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi.

Sementara itu, Dr. Suraiya Chapakiya dari Jabatan Bahasa Universiti Fatoni Thailand menjelaskan tentang “Peranan Teknologi dalam Pengurusan Wakaf dan Pembangunan Perniagaan Sosial”. Beliau menekankan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam menciptakan transparansi serta akuntabilitas bagi pengelolaan wakaf.

Narasumber ketiga, Dr. Mashuri, M.E.Nv dari ISN Junjungan Bengkalis, menerangkan materi “Model Pengelolaan Wakaf Berbasis Digital” yang mengupas inovasi model-model digital dalam pengelolaan wakaf guna memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi masyarakat.

Antusiasme peserta seminar sangat tinggi. Diskusi berjalan interaktif serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pengembangan wakaf dan ekonomi syariah berbasis teknologi digital. Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, diharapkan terwujud kolaborasi lebih erat antara kedua institusi dan tercipta inovasi nyata dalam pengelolaan wakaf serta pengembangan perniagaan sosial di era digital, untuk kemaslahatan umat dan masyarakat global.(Rilis)

Index
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
PGRI Kabupaten Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara
Hadiri RAKERCAB Pemuda Pancasila, Bupati Bengkalis Tekankan Peran Strategis Ormas dalam Pembangunan
Bupati Bengkalis Raih Anugerah Baiduri ke-14, Wujud Apresiasi Perempuan untuk Perempuan
Index
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
 Anggota DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan Jemput Aspirasi Warga di RT 05 RW 01 Sidomulyo Timur
Ketua DPRD Sambut Baik Larangan Plastik Pemko Pekanbaru, Dinilai Positif Atasi Sampah
Septian Nugraha Nahkodai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis
Buaya Raksasa Inhil Belum Mau Makan, Petugas Berikan Infus dan Antibiotik Khusus
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
Pelalawan Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di API Award 2025 Kalimantan Barat
 Sebanyak 769 ASN Pemko Pekanbaru Jalani Asesmen
Hari Pahlawan, Puluhan Veteran Dapat Sagu Hati dari Pemko Pekanbaru
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubri SF Hariyanto Ajak Bekerja Lebih Giat
pemerintahan
Potensi Pendapatan Aryaduta Besar, Kontribusi ke Pemprov Riau Dinilai Terlalu Kecil
Ketua DPRD Riau Pastikan Evaluasi APBD 2026 Rampung, Penggunaan Anggaran Segera Dimulai
Diikuti 71 Pasangan, Nikah Massal Pekanbaru Meriah Dipadati 10 Ribu Warga
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital BEJO’S di Pekanbaru
daerah
Pimpin Rapat OPD, Wako Minta Tingkatkan Kinerja di 2026
Bupati Bengkalis Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Evaluasi Kinerja T
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Refleksi Akhir Tahun Pemko Pekanbaru, Pembangunan dan PAD Meningkat
Politik
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara
Berikut Nama Lembaga Survei yang resmi Daftar ke KPU

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
bengkalis

ISNJ Bengkalis Gelar Seminar Internasional Bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni Thaila
Senin, 4 Agustus 2025
Editor : | Penulis :
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

SUPERRIAU.COM

BENGKALIS -  Institut Syariah Negeri (ISN) Junjungan Bengkalis sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bersama Jabatan Bahasa Melayu di Universiti Fatoni, Thailand, pada 4 Agustus 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ahmad Mahdari Waheno, SE selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Universiti Fatoni, dengan mengusung tema “Wakaf dan Perniagaan Pada Era Digital”. Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Mahdari menekankan betapa pentingnya kolaborasi akademik lintas negara untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan wakaf serta mengembangkan bisnis sosial yang berbasis teknologi digital.

Kata sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis, Dr. Khodijah Ishak, M.E.Sy. Beliau menjelaskan bahwa program kegiatan seminar internasional yang melibatkan dosen dan mahasiswa ISN Junjungan Bengkalis bersama Jabatan Bahasa Melayu Universiti Fatoni Thailand ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Melayu serta mempererat hubungan antar kedua institusi. Selain itu, Dr. Khodijah juga menegaskan urgensi penguatan wakaf produktif sebagai penopang ekonomi umat, sekaligus memberikan dorongan kuat kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang digital di sektor ekonomi syariah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wahana berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaan wakaf dan perniagaan di era digital, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi budaya serta akademik antara Indonesia dan Thailand. Dengan semangat kolaborasi tersebut, seminar diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan solusi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat posisi ekonomi syariah dalam kancah digital global.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar ini dari dua lembaga terkemuka. Muhammad Elsa Tomisa, M.E.Sy dari ISN Junjungan Bengkalis membawakan materi “Potensi Pengembangan Wakaf Produktif”, yang mengajak peserta menyoroti berbagai peluang dan tantangan dalam optimalisasi aset wakaf demi memberdayakan masyarakat melalui digitalisasi.

Sementara itu, Dr. Suraiya Chapakiya dari Jabatan Bahasa Universiti Fatoni Thailand menjelaskan tentang “Peranan Teknologi dalam Pengurusan Wakaf dan Pembangunan Perniagaan Sosial”. Beliau menekankan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam menciptakan transparansi serta akuntabilitas bagi pengelolaan wakaf.

Narasumber ketiga, Dr. Mashuri, M.E.Nv dari ISN Junjungan Bengkalis, menerangkan materi “Model Pengelolaan Wakaf Berbasis Digital” yang mengupas inovasi model-model digital dalam pengelolaan wakaf guna memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi masyarakat.

Antusiasme peserta seminar sangat tinggi. Diskusi berjalan interaktif serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi pengembangan wakaf dan ekonomi syariah berbasis teknologi digital. Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, diharapkan terwujud kolaborasi lebih erat antara kedua institusi dan tercipta inovasi nyata dalam pengelolaan wakaf serta pengembangan perniagaan sosial di era digital, untuk kemaslahatan umat dan masyarakat global.(Rilis)