'
13 Zulhijjah 1447 H | Sabtu, 30 Mei 2026
×
/ jakarta
Dugaan Penyelewangan Dana ACT Terungkap, Ketua IPM Langsung Minta Kadernya Hengkang
| Senin, 4 Juli 2022
Editor : | Penulis : admin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Nashir Efendi mengingatkan para kadernya yang aktif di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk segera keluar.

Saya ingatkan kepada teman-teman se-persyarikatan saya yang lebih memilih ACT daripada Lazismu. Minta tolong berhenti aktif di lembaga ini, baik itu menjadi relawan atau karyawan,” kata Nashir di akun Twitternya, Senin (4/7/2022).

Hal itu ia sampaikan menyusul adanya kasus dugaan penyelewengan dana sumbangan oleh pihak ACT. Masalah ini menjadi buah bibir masyarakat setelah Majalah Tempo merilis laporan investigasinya.

Menurut laporan itu, ACT menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk membayar gaji petinggi lembaga ini yang disebut-sebut mencapai Rp250 juta per bulan.

Kata Nashir, sebelum laporan itu ramai diperbincangkan, sudah ada sejumlah laporan terkair masalah di tubuh ACT.

“Sudah ada beberapa report sebelum Tempo yang menjelaskan soal kebobrokan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam sepuluh terakhir ini banyak kajian gerakan filantropi Islam yang menggeliat di Indonesia.

Menurutnya, ada masalah di balik menjamurnya gerakan filantropi Islam yang belum bisa diantisipasi.

“Tempo melihat sisi lain, konsekuensi yang tidak diinginkan (unintended consequences) dari geliat dan menjamurnya fenomena ini. Ada efek samping yang belum terantisipasi,” jelasnya.

Index
Bupati Siak Gandeng SKK Migas dan BPKP, Seleksi Dirut BSP Masuk Babak Akhir
Demi Proses Administrasi Bantuan Sapi Presiden, Peternak Riau Kumpul di Kantor Gubri
Disdik Kota Pekanbaru Vidcon ESD Pertemukan Pelajar, Indonesia, Malaysia dan Thailand
Mandi di Sungai Kampar, Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Tenggelam
Libur Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
Ketua TP PKK Pekanbaru dan Siak Gelar Diskusi Bahas Pengelolaan Sampah Tepat Guna
Pemko Pekanbaru Siap Gelar Operasi Pasar Tekan Lonjakan Harga Minyakita
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Index
Perkuat Rantai Dingin, Diskan Bengkalis Bina Pelaku Usaha Es Balok untuk Jaga Mutu Udang
Tim Pembina Posyandu Bengkalis Monitoring Dua Posyandu, Tinjau Implementasi 6 SPM
Pemkab Bengkalis Buka Seleksi Calon Komisaris PT. BLJ, Berikut Informasinya
MUI Bukit Batu Bersama PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning Sukses Gelar Bimtek Qurban Sesu
Festival Bakso Berbagi Kebahagiaan Bersama 1.000 Anak Panti Kota Pekanbaru
Gelar Program DSS, Diskominfotik Bengkalis Ajak Siswa SD Negeri 1 Jadi Generasi Cerdas Digital
Disdukcapil Bengkalis kembali Jemput Bola Perekaman KTP-el di SMAN 3 Bengkalis
Pekanbaru Melaju Cepat: Dari Program Prioritas hingga Dampak Nyata bagi Warga
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
Kisah Pilu Putri, Korban Narkoba yang Datang ke Rumah Dinas Bupati Siak
pemerintahan
Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Pemprov Riau Fokus Kembangkan UMKM Berbasis Syariah
Pemko Pekanbaru akan Membentuk Dinas Perikanan dan Peternakan untuk Menyukseskan Program MBG.
Satu Tahun Kepemimpinan Agung dan Markarius, Fiskal Naik Singnifikan
Menteri LHK Hanif Dorong Pengakhiran Open Dumping, Pekanbaru Siapkan Teknologi Methane Capture
daerah
Bupati Siak Gandeng SKK Migas dan BPKP, Seleksi Dirut BSP Masuk Babak Akhir
Mandi di Sungai Kampar, Anak 13 Tahun Dilaporkan Hilang Tenggelam
Libur Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru
Ketua TP PKK Pekanbaru dan Siak Gelar Diskusi Bahas Pengelolaan Sampah Tepat Guna
Politik
Musda VI Demokrat Riau Akan di Gelar,Agung Nugroho Calon Tunggal Ketua DPD Periode 2026-2031
 Pasangan Cawako Aman Menang Hasil Hitungan Cepat Raih 47 Persen Suara
Hasil Quick Count LSI Abdul Wahid-SF Hariyanto Unggul 42,39 Persen di Pilgub Riau
KPU Himbau Agar Masyarakat Datang ke TPS Gunakan Hak Suara

ekonomi
Bapenda Beri Penghargaan Taat Pajak kepada Perusahaan dan Warga
Hasil Uji Labor, Pemko Pekanbaru Pastikan Anggur Muscat Aman Dikonsumsi
UMKM EXPO Inhil Resmi di Tutup,Bupati Inhil,Semoga UMKM Makin Berkembang
Nasional
Dipukul Rata 26 Tahun, Tak Ada Lagi Masa Tunggu Haji 15 Tahun
Farhan Harumkan Riau Lewat Hafalan 10 Juz di STQH Nasional 2025
Rektor UII Kawatir Ada Cukong Dibalik Perguruan Tinggi Kelola Tambang
SKK Migas dan Polda Riau Tandatangani Perpanjangan Perjanjian Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas

internasional
Parlemen Iran Dikabarkan Setujui Penutupan Selat Hormuz
Menteri Keamanan Israel Ancam Bubarkan Pemerintah Benjamin Netanyahu
Gelar Konpers Pertama, Taliban Janji Hormati Hak Perempuan Menurut Syariah
olahraga
Polda Riau Siap Gelar Event Lari RBR 2025, Terbesar di Sumatra dan Akan di Buka Kapolri
Asyrof Al Ghifari Mahasiswa FH UGM asal Bengkalis Wakili Indonesia pada Paris International Model Un
Pengurus Pengprov Muaythai Riau dan Pengurus kab/kota Jumpai Kabid Organisasi dan Bidang Hukum KONI
Muaythai Tampil di Perpisahan Sekolah, Ketua KONI: Muaythai akan Kita Jadikan Ekstrakurikuler Binaan

News Popular
Pilihan Redaksi
Daerah
Politik
Nasional
Serba Serbi
jakarta

Dugaan Penyelewangan Dana ACT Terungkap, Ketua IPM Langsung Minta Kadernya Hengkang
Senin, 4 Juli 2022
Editor : | Penulis : admin
Pemerintahan

OLAHRAGA

Pendidikan
lingkungan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Nashir Efendi mengingatkan para kadernya yang aktif di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk segera keluar.

Saya ingatkan kepada teman-teman se-persyarikatan saya yang lebih memilih ACT daripada Lazismu. Minta tolong berhenti aktif di lembaga ini, baik itu menjadi relawan atau karyawan,” kata Nashir di akun Twitternya, Senin (4/7/2022).

Hal itu ia sampaikan menyusul adanya kasus dugaan penyelewengan dana sumbangan oleh pihak ACT. Masalah ini menjadi buah bibir masyarakat setelah Majalah Tempo merilis laporan investigasinya.

Menurut laporan itu, ACT menggunakan dana umat untuk kepentingan pribadi, salah satunya untuk membayar gaji petinggi lembaga ini yang disebut-sebut mencapai Rp250 juta per bulan.

Kata Nashir, sebelum laporan itu ramai diperbincangkan, sudah ada sejumlah laporan terkair masalah di tubuh ACT.

“Sudah ada beberapa report sebelum Tempo yang menjelaskan soal kebobrokan ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam sepuluh terakhir ini banyak kajian gerakan filantropi Islam yang menggeliat di Indonesia.

Menurutnya, ada masalah di balik menjamurnya gerakan filantropi Islam yang belum bisa diantisipasi.

“Tempo melihat sisi lain, konsekuensi yang tidak diinginkan (unintended consequences) dari geliat dan menjamurnya fenomena ini. Ada efek samping yang belum terantisipasi,” jelasnya.